Friday, July 28, 2006

BTPS Fun Day and Open House

Pada hari Sabtu, 22 Juli 2006 yang lalu, Bukit Timah Primary School (BTPS), sekolahnya Inka, menyelenggarakan acara Fun Day dan Open House. Acara ini terbuka bukan hanya untuk seluruh murid BTPS dan keluarganya, tapi juga untuk masyarakat umum, terutama para orang tua yang berminat menyekolahkan anak mereka disana, agar mereka bisa secara lebih dekat mengetahui dan mengenal seluruh fasilitas yang disediakan oleh sekolah itu.

Acara "Fun Day"-nya sendiri benar-benar "fun" karena memang dibuat "dari murid untuk murid". Hampir kebanyakan stand tempat permainan dan penjualan yang ada dijaga oleh para murid BTPS sendiri, dan setiap kelas punya stand sendiri-sendiri. Saya sendiri jarang melihat para guru yang ikut menjaga stand, jadi para murid-murid itu memang sudah mandiri dan dilatih untuk melakukan segala sesuatunya sendiri.

Kita bisa membeli kupon-kupon yang dijual oleh para guru tersebut, untuk membeli barang yang dijual, atau mengikuti permainan yang diadakan di stand-stand tersebut. Permainan yang disediakan bermacam-macam, ada permainan lempar bola, main golf mini, dan lain-lain. Dan anak-anak (ataupun orang tua) yang bermain di arena permainan tersebut bisa mendapatkan hadiah yang bermacam-macam, tergantung keberhasilan dan tipe permainan yang dimainkan.

Selain itu juga ada MC yang bertugas untuk menghibur para pengunjung dengan memutar lagu-lagu, sekaligus mengadakan perlombaan tebak judul lagu. Lagu yang diputar bermacam-macam, mulai dari lagu Mandarin, Inggris, India, sampai lagu Indonesia yang "Benci Tapi Rindu"-pun ikut diputar. :)

Setelah anak-anak puas bermain disana, kita menyempatkan diri untuk makan di kantin sekolah, yang menyediakan hampir segala jenis makanan ala Singapura dengan harga yang cukup murah, walaupun memang porsi-nya disesuaikan untuk porsi anak-anak. :)

Foto-fotonya bisa dilihat disini.

[English version]

Tuesday, July 25, 2006

Kunjungan ke Cashew Heights

Pada hari Minggu, tanggal 16 Juli 2006 yang lalu, saya membawa Inka dan Irza untuk berkunjung ke rumah baru-nya Aunty Natalia dan Uncle Eric di Cashew Heights, di daerah Bukit Panjang, Singapura. Mereka baru saja pindah dari Choa Chu Kang ke Bukit Panjang bulan Mei lalu, jadi ini adalah pertama kalinya kita berkunjung ke rumah baru mereka. Cashew Heights ini cuma sekitar 10 menit perjalanan mobil dari rumah kita. Aunty Natalia dan Uncle Eric sendiri adalah teman kerja saya dulu.

Kita sampai di rumah mereka sekitar jam 16:10 sore, dan rumahnya ternyata besar sekali. Ruang tengahnya juga cukup besar untuk anak-anak bermain dan berlari-lari. Inka dan Irza langsung bermain bersama Nigel, putra sulungnya Aunty Natalia dan Uncle Eric. Sementara Ernest (biasa dipanggil Ernie), adiknya Nigel, menyusul kemudian setelah bangun dari tidur siangnya. Disana banyak sekali mainan, semuanya milik Nigel dan Ernie, untuk mereka bermain bersama.

Semua anak-anak tersebut kemudian memakai baju renang mereka, dan pergi ke kolam renang yang berada di tengah-tengah kompleks apartemen. Kolam renangnya besar, dengan kolam renang kecil untuk anak-anak yang dilengkapi dengan luncuran. Inka dan Irza senang sekali berenang dan menggunakan luncuran itu. Mereka juga bermain dengan Ernie dengan mainan-mainan khusus untuk berenang, sedangkan Nigel lebih memilih untuk melatih kemampuan renangnya di kolam renang yang lebih besar.

Setelah puas berenang, semuanya kemudian kembali ke rumah Aunty Natalia, dan mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, mereka kemudian pergi ke ruang makan, dimana Aunty Natalia telah menyiapkan makan malam yang sedap untuk semuanya: chicken wings barbeque dengan breadsticks. Aunty Natalia juga memesan pizza dari Canadian 2-in-1 Pizza. Semuanya makan dengan lahap, terutama Inka yang menghabiskan lebih dari 5 (lima) potong chicken wings.

Setelah makan malam, mereka kembali ke ruang tengah dan masih bermain sekitar 30 menit, hingga akhirnya tidak terasa sudah jam 20:30 malam, dan mereka pun pamit untuk pulang kembali ke rumah.

Foto-fotonya bisa dilihat disini.

[English version]

Thursday, July 20, 2006

Bukit Batok West Shopping Centre

Hari Sabtu kemarin (15 Juli 2006), saya pergi bersama Inka dan Irza ke Bukit Batok West Shopping Centre untuk sarapan pagi di restoran McDonalds yang terletak di kompleks perbelanjaan itu. Sebenarnya Bukit Batok West ini bukan sebuah pusat perbelanjaan, tapi sebuah kompleks gedung-gedung HDB (perumnas-nya Singapura) yang dilengkapi dengan toko-toko, pasar "basah" (wet market) dan pusat makan (hawker centre). Pokoknya bener-bener daerah heartlander, beda dengan banyak pusat perbelanjaan yang mewah di seputar Orchard.

Kompleks perbelanjaan ini terletak di sekitar Bukit Batok West, dekat persimpangan antara Bukit Batok West Avenue 6 dan Bukit Batok Street 11. Restoran McDonalds-nya sendiri terletak di blok 152, menghadap jalan West Ave 6. Disitu juga banyak berjejer toko-toko yang menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di mall-mall. Jadi tidak heran kalau kebanyakan orang Singapura kelas menengah ke bawah suka berbelanja di tempat seperti ini. Juga ada sebuah tempat pusat makan yang terletak di blok 155, menyajikan menu-menu khas Singapura. Tempatnya penuh dengan orang-orang pagi itu, walaupun sedang hujan.

Di McDonalds, Inka memesan hotcakes sedangkan Irza memesan big breakfast favoritnya. Saya menggunakan kupon yang saya dapatkan dari koran Strait Times, jadi kita bisa dapet satu menu breakfast gratis untuk setiap menu breakfast meal yang kita pesan. Lumayan.. :) Yah, demikianlah salah satu cara buat kita-kita yang di Singapura bisa menghemat... (kiasu tea euy... hahaha). Setelah selesai sarapan, kita pergi ke playground yang berada dekat food court, di sebelah blok 164. Inka dan Irza pun bermain disana dengan gembira. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Seperti yang Pak Nur telah bahas di blog-nya (BTW, Pak Nur sekarang kemana ya, kok blog-nya udah ngga pernah di-update? Masih hiatus, atau sudah retired?), sangat mudah sekali menemukan playground di hampir setiap sudut heartlands-nya Singapura. Playground ada di hampir setiap sudut kompleks perumahan HDB, dan pasti ada di setiap kompleks apartemen dan kondo. Ini adalah salah satu usaha pemerintah Singapura untuk memberikan fasilitas gratis bagi generasi muda untuk bermain dan belajar. Kapan ya, pemerintah Indonesia juga akan melakukan hal yang sama? :)

[English version]

Sunday, July 16, 2006

ZingDo

Hmm... ternyata saya udah keduluan sama istri saya untuk review restoran ZingDo ini. Tapi ngga apa-apa lah. :) Berikut adalah review versi saya. :)

Bagi yang belum tau, restoran ZingDo ini adalah restoran makanan Korea yang halal di Singapura. Restoran ini dikelola oleh Zingrill, bersama-sama dengan Seoul Garden dan Breeks Cafe. Biasanya kita makan di ZingDo Ngee Ann City, Orchard, yang satu restoran sama Breeks, seberangnya Seoul Garden, di lantai lima. Nah, ZingDo ini buka cabang baru di Jurong Entertainment Centre, Jurong East, yang lebih dekat dari rumah. Jadi minggu lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 2006 yang lalu, saya dan istri nyobain makan siang disana. Kebetulan saya lagi kesana jemput istri yang habis belanja di supermarket NTUC Fairprice di sebelah.

Restoran ini terletak di lantai satu gedung yang juga dilengkapi dengan bioskop itu. Berbeda dengan outlet Ngee Ann City dimana kita duduk dan pesan, makan lalu bayar belakangan, kalau di outlet ini lebih mirip ke fastfood, kita datang ke counter untuk memesan makanan, terus bayar, ambil minuman terus baru duduk. Baru nanti makanannya diantar ke meja.

Saya pesan beef bulgogi set (gambar kiri), steak daging giling khas Korea favorit saya. Sementara istri memesan chicken bulgogi set (gambar kanan bawah), mirip dengan makanan yang saya pesan tapi versi ayamnya. Kedua makanan tersebut disajikan diatas hot plate, dan pada saat makanan tersebut diantar ke meja, dagingnya masih mentah. Jadi kita harus masak dulu dagingnya (dan juga sayurannya) sampai matang, campur dengan bumbu yang disediakan terpisah di meja, baru disantap.

Rasanya? Luar biasa! Enak sekali. Bumbunya terasa meresap di daging dan rasanya nikmat sampai gigitan daging terakhir. Saya juga sempat mencoba chicken bulgogi-nya istri dan juga enak. Bulgogi set tersebut disajikan dengan satu mangkuk nasi, dan satu mangkuk sup kimchi yang rasanya juga enak, walaupun banyak biji cabe-nya, jadi bagi Anda yang kurang suka cabe, jangan terlalu banyak minum sup-nya.

Harganya juga lumayan murah untuk ukuran restoran Korea di Singapura, harga set chicken bulgogi adalah $7.90, sedangkan yang beef $1 lebih mahal. Selain itu, mereka juga menyediakan Korean Rib-Eye Steak dengan harga $15.90 (untuk set). Daftar menu dan harganya bisa dilihat disini.

[English version]

Friday, July 14, 2006

Singapura: Surga untuk Penggemar Makanan Indonesia

Sejak istri saya bergabung dengan milis indosing-mums (ISM), milis untuk komunitas para perempuan Indonesia di Singapura, beliau jadi makin banyak berkenalan dengan banyak orang Indonesia di Singapura, dan tidaklah mengherankan jika kebanyakan para anggota komunitas tersebut adalah juru masak yang ahli. Makanya, saya berani bilang bahwa tidaklah sulit untuk mencari makanan Indonesia yang enak di Singapura.

Ada dua alasan. Yang pertama, sekarang telah banyak tempat makan yang menyajikan masakan Indonesia yang enak dan murah di Singapura. Beberapa tahun yang lalu, kita harus mengeluarkan banyak uang yang bisa menipiskan dompet untuk bisa menikmati makanan Indonesia di restoran terkenal kelas atas seperti Sanur, Tambuah Mas, Desa Kartika ataupun House of Sundanese Food. Sekarang, telah banyak menjamur tempat makan kelas menengah yang menyajikan makanan Indonesia yang murah dan enak, seperti Es Teler 77, Ayam Penyet Ria, Kantin Aneka dan Ayam Bakar Ojolali. Restoran-restoran kelas menengah tersebut juga menyediakan makanan Indonesia seperti ayam bakar, ayam goreng, gado-gado, empek-empek, batagor dan masakan Indonesia lainnya, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di restoran-restoran kelas atas tadi.

Apa alasan keduanya? :) Banyak teman-teman Indonesia kita di Singapura, yang juga ahli masak. :) Jadi, sudah bukan hal yang aneh lagi melihat istri saya memesan makanan tertentu dari teman-temannya (tergantung specialty-nya), makanan yang mungkin jarang bisa ditemukan di tempat makan di Singapura. Dapur Bunda-nya Inong, adalah salah satunya. Lokasinya yang cukup dekat dari rumah (cuma sekitar 10 menit) memudahkan kita untuk memesan makanan, dan saya tinggal datang ke lobby apartemennya untuk mengambil makanannya, sekalian melakukan pembayarannya. Beberapa jenis makanan yang pernah kita pesan dari Dapur Bunda adalah Strawberry Tiramisu Cake dan Martabak Coklat Keju.

Beberapa hari yang lalu, istri saya juga memesan chilli crab dari salah seorang temannya, Nisi, dan saya berani bilang kalau ini adalah salah satu chilli crab terenak yang pernah saya coba. Rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan chilli crab yang biasa kita beli dari Al-Ameen. Istri saya tinggal kontak lewat Yahoo! Messenger untuk memesan chilli crab itu, dan saya tinggal mampir sebentar ke tempatnya di sekitar West Coast untuk mengambil makanannya, sekaligus melakukan pembayarannya.

Selain itu, Alhamdulillah, saya juga sudah sempat mencoba Tongseng Mela Kumis-nya Mela, dan tentu saja sate Braddell-nya Hany, yang hingga saat ini masih merupakan sate terbaik di Singapura. :) Jika Anda memperhatikan, hampir semua ahli juru masaknya adalah teman-teman istri saya di ISM, jadi hanya sekedar saran untuk teman-teman pria saya: jika Anda sekarang tinggal di Singapura bersama istri (dan anak) Anda, pastikan istri Anda untuk bergabung ke ISM!

Yang paling asyik, kadang-kadang kita bisa menikmati makanan itu dengan gratis. Benar! Biasanya kesempatan itu datang pada saat gathering komunitas ISM, seperti ini contohnya, biasanya kita akan "dimanjakan" dengan begitu banyak makanan yang disediakan disana. Kadang-kadang, saya dan istri saya juga mendapatkan undangan dari salah seorang teman istri saya (yang juga kadang-kadang adalah teman blogger kita juga), untuk datang ke rumahnya dan mencoba specialty-nya.

Jadi... siapa yang bilang kalau tinggal di Singapura itu membosankan? :) :)

[English version]

Monday, July 10, 2006

Gathering Indo-Sing di Restoran Ayam Bakar Ojolali

Hari Minggu (10 Juli 2006) kemarin, saya dan anak-anak ikutan acara gathering Indo-Sing sekalian makan siang di restoran Ayam Bakar Ojolali, yang terletak di lantai tiga Lucky Plaza, Singapura. Kita sampai ke restoran tersebut sekitar jam 1:30pm, sekitar setengah jam terlambat dari jadwal. Disana sudah ada Sigit Sukrisno Aji dan keluarga (Narind dan Max), Kang Muda Ikhsan, Willy Widiatmoko dan Emir Faisal. Mbak Ekky dan putrinya, Theresa, menyusul tidak lama setelah kita sampai. Sayangnya Ichan, yang sebenarnya salah satu penggagas acara ini, malah tidak bisa datang, karena ada last minute change, katanya. *huu, penonton kecewaa* :D :D

Walaupun peserta gathering ini tidak sebanyak peserta gathering sebelumnya di Kantin Aneka, tapi hal ini tidak mengurangi keasyikan kita untuk ngobrolin segala macam, termasuk aktifitas waktu senggang Kang Muda Ikhsan yang menarik: nyupir pesawat. :) Max, putranya Sigit, juga begitu senang bisa bermain dengan Inka dan Irza. Mungkin karena biasa di rumah sepi sendirian, musti banyak diajak keluar jalan-jalan tuh Git. :)

Menu yang disediakan cukup beragam, dan semuanya khas masakan Indonesia. Untuk Inka dan Irza, saya pesankan ayam goreng khas Ojolali, sedangkan saya sendiri memesan gado-gado. Kebetulan juga minuman favorit Inka dan Irza, milo dinosaurs, juga disediakan disana.

Foto-fotonya bisa dilihat disini.

[English version]

Sunday, July 09, 2006

Kabar Gembira dari Switzerland

Kabar gembira. :)

Telah lahir, putri kedua dari pasangan Tata dan Wati, rekan blogger kita yang bermukim di Geneva, Switzerland. Nadia Aulia Yusuf, lahir pada hari Senin, 3 Juli 2006, jam 21:03 CET (waktu Switzerland) di Rumah Sakit La Tour, Meyrin, Geneva, dengan berat 3,08 kg dan tinggi 47 cm.

Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat dan turut berbahagia kepada Tata dan Wati atas kelahiran putri kedua mereka. Dan ucapan selamat juga dari Inka dan Irza untuk Kakak Annisa atas kelahiran adik kecilnya. Bilang sama Papa dan Mama, jangan menyerah untuk terus berusaha mendapatkan adik laki-laki untuk Annisa. :) :)

Informasi lebih lengkap bisa didapat disini.

[English version]

Tuesday, July 04, 2006

Jalan-jalan ke KL

Tanggal 24-25 Juni 2006 yang lalu, saya dan Irza jalan-jalan ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk sekedar sightseeing. Kebetulan kantor mengadakan acara weekend tour ke Kuala Lumpur dengan menggunakan bus, sehingga saya dan Irza memutuskan untuk ikut bersama rekan-rekan kantor saya, sementara Inka tinggal di rumah dengan mamanya.

Hari Sabtu (24/6) jam 6:30 pagi, saya dan Irza harus sudah meninggalkan rumah, karena harus sampai di kantor jam 7 pagi. Perlu diingat, untuk waktu Singapura, jam 6:30 pagi itu masih gelap, mengingat matahari baru terbit jam 7 pagi. Bus pariwisata VIP coach dengan nomor polisi Singapura PZ 1257 T itu berangkat meninggalkan Science Park sekitar jam 7:15am, dan langsung menyusuri Ayer Rajah Expressway (AYE) ke Tuas checkpoint, pintu gerbang Singapura di bagian barat. Antrian di checkpoint lumayan panjang untuk bus (padahal berangkat udah sepagi mungkin), dan bus baru meninggalkan Tuas sekitar jam 8-an.

Bus kemudian melewati jembatan Tuas Second Link sebelum akhirnya menyusuri North-South Expressway ke arah Kuala Lumpur. Bus sempat berhenti di perhentian Yong Peng, memberikan kesempatan kepada mereka yang belum sempat sarapan untuk sarapan disana. Foto-foto di dalam bus selama perjalanan dari Singapura ke Yong Peng bisa dilihat disini, sedangkan foto-foto di Yong Peng bisa dilihat disini.

Dari Yong Peng, bus melanjutkan perjalanan ke daerah Ayer Keroh, Melaka, dan singgah di Restoran Lee, sebuah restoran Cina yang halal. Kita sampai ke restoran tersebut sekitar jam 12 siang, pas waktu-nya makan siang. Disana, kita menikmati santap siang yang sudah termasuk biaya tour, dengan makanan khas Cina yang enak-enak. Foto-foto di restoran tersebut bisa dilihat disini.

Setelah selesai makan siang, kita melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Sesampainya di Kuala Lumpur sekitar jam 2 siang, semuanya langsung check-in ke Hotel Istana, sebuah hotel berbintang lima di kawasan Bukit Bintang, tepatnya di Jalan Raja Chulan, tidak jauh dari stasiun monorail Raja Chulan. Saya dan Irza mendapatkan kamar hotel di lantai 5, dengan view ke arah jalur track monorail. Irza senang sekali melihat dan memfoto monorail yang lewat di depan hotel. Foto-foto di kamar hotel itu bisa dilihat disini.

Setelah check-in, acara kita bebas karena city tour Kuala Lumpur baru akan dimulai keesokan pagi-nya. Setelah istirahat di kamar hotel sebentar, saya dan Irza langsung memulai petualangan berkeliling Kuala Lumpur. Tujuan pertama kita adalah Berjaya Times Square, yang terletak di Jalan Imbi, tidak jauh dari hotel, hanya berjarak dua stasiun monorail saja. Jadi kita berjalan menyeberang Jalan Raja Chulan di depan hotel ke stasiun monorail Raja Chulan, dan dari sana naik monorail ke stasiun Imbi, yang terletak pas di depan Berjaya Times Square. Irza tidak perlu membeli tiket untuk naik monorail, hanya orang dewasa saja yang perlu membayar tiket. Sistemnya mirip dengan sistem farecard di MRT Singapura sebelum berpindah ke sistem EZ-Link yang baru, jadi waktu berangkat, tiketnya dimasukkan ke gate lalu diambil lagi, baru kita bisa melalui gate masuk. Di gate keluar, kita masukkan tiketnya dan tidak akan dikembalikan lagi.

Berjaya Times Square ini adalah sebuah mega shopping mall yang besar, yang dilengkapi dengan indoor theme park di dalamnya. Mirip dengan Bandung Super Mall, tapi dengan skala yang lebih besar. Dulu juga kita sudah beberapa kali mengunjungi mall ini kalau pas ke Kuala Lumpur. Sayangnya, Irza (dan Inka juga, dulu) tidak suka dengan suasana indoor theme park yang terlalu bising itu, terutama jika roller coaster-nya sedang berjalan. Sehingga akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Mines Wonderland, evening theme park yang terletak di daerah Serdang, selatan Kuala Lumpur.

Kita naik monorail dari stasiun Imbi ke stasiun KL Sentral, pusat interchange bus dan kereta api di Kuala Lumpur. Stasiun monorail KL Sentral ini terletak agak jauh dari gedung utama stasiun KL Sentral, jadi harus jalan dulu sedikit melewati lorong pasar yang mirip lorong pasar Bugis di Singapura. Di gedung utama KL Sentral, kita langsung mencari loket untuk membeli tiket KTM Komuter ke Serdang. Berbeda dengan tiket monorail, untuk tiket KTM Komuter ini, anak-anak pun harus membayar.

Setelah membeli tiket, kita langsung mencari pintu masuk ke stasiun KTM Komuter. Dari peta jalur KTM Komuter, terlihat bahwa untuk menuju Serdang, kita harus naik kereta api KTM Komuter tujuan Seremban, di platform 6. Jadi kita segera turun eskalator menuju platform yang dituju. Di platform, ada display yang menampilkan estimasi jadwal kedatangan kereta, yaitu jam 17:24. Eh, ternyata baru sepuluh menit kemudian, sekitar jam 17:35 kereta apinya baru datang. :(

Ternyata, kereta api KTM Komuter itu penuhnya minta ampun. Kita terpaksa berdesak-desakan di antara para penumpang yang berdiri. Saya segera memasukkan dompet dan handphone ke dalam tas, mengingat transportasi umum Kuala Lumpur sudah terkenal dengan para pencopetnya. Untungnya Irza diberi tempat duduk oleh salah seorang penumpang yang kasihan melihat Irza berdiri terimpit-impit.

Perjalanan kereta api dari KL Sentral ke Serdang membutuhkan waktu sekitar 20 menit, melewati stasiun Mid Valley yang terletak di depan pusat perbelanjaan terkenal, Mid Valley Megamall. Sesampainya di stasiun Serdang, stasiun terbuka yang mirip stasiun kecil di sepanjang jalan kereta api Jakarta-Cikampek, kita langsung menaiki jembatan penyeberangan untuk menyeberang Jalan Sungai Besi ke tempat perhentian water taxi yang terletak pas di seberang stasiun. Dari sana, kita langsung naik water taxi, menyusuri danau dan kanal menuju Mines Shopping Fair, sebuah shopping mall bernuansa unik ala Venesia, dimana terdapat jalur kanal / sungai yang membelah mall tersebut. Dan water taxi yang kita tumpangi langsung masuk ke dalam shopping mall tersebut, dan berlabuh di salah satu dermaga di dalam mall itu. Foto-foto perjalanan kita dari hotel naik monorail, kereta api KTM Komuter dan water taxi ke Mines Shopping Fair bisa dilihat disini. Sayang, kita tidak sempat bikin foto waktu perahu tersebut berlabuh di dermaganya.

Pintu masuk Mines Wonderland terletak tepat di samping shopping mall itu. Biaya tiket masuk ke Mines Wonderland ternyata mahal. Untuk dewasa, tiketnya seharga RM32 (sekitar S$13 atau 80 ribu rupiah), sedangkan untuk anak-anak, tiketnya seharga RM21 (sekitar S$9 atau 52 ribu rupiah). Walah, tadinya udah mau ngga jadi masuk, tapi kan sayang udah jalan jauh-jauh kesana, akhirnya kita memutuskan untuk masuk juga. Dengan berbekal kupon diskon 10% pada brosur yang saya dapatkan dari hotel, saya hanya perlu membayar RM48 (dari harga resmi RM53) untuk satu dewasa dan satu anak.

Mines Wonderland sendiri adalah sebuah theme park yang sederhana, kalah jauh jika dibandingkan Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol, atau Genting Theme Park di Genting, Kuala Lumpur. Area-nya juga kecil, tidak sebesar Dufan atau Genting. Walaupun demikian, itu tidak mengurangi keasyikan Irza untuk mencoba semua atraksi yang ada. Kita naik kereta api Unity Train, tram Road Tram dan mobil antik Vintage Car keliling area theme park. Dari kereta api Unity Train, kita bahkan bisa melihat harimau putih dan harimau belang yang ada di sebuah kebun binatang mini di sepanjang jalur kereta api. Irza juga sempat mencoba roller coaster kecil disitu, dan sebagai penutup, kita juga menonton atraksi Musical Fountain, pertunjukan air mancur dan sinar laser yang kelihatan mirip dan meniru atraksi Musical Fountain di Sentosa. Setelah itu, kita kembali ke Mines Shopping Fair dan membeli ayam goreng KFC untuk dibawa pulang ke hotel, sebelum akhirnya naik taksi dari sana langsung ke hotel. Harga taksi dari Mines Shopping Fair ke pusat kota Kuala Lumpur adalah RM 30, dan harga-nya fixed dan tidak menggunakan meter. Foto-foto di Mines Wonderland bisa dilihat disini.

Besok paginya, kita sarapan di hotel (foto-fotonya disini) sebelum memulai city tour dengan menggunakan bus yang sama. City tour tersebut dimulai dengan mengunjungi sebuah pabrik coklat bernama QS Chocolate Factory, yang terletak di daerah Jalan Imbi. Disitu, kita bisa mencoba (sampling) coklat-coklat yang dibuat disana. Sayangnya, harga-nya masih terhitung mahal, mungkin karena memang tempat ini kelihatannya diperuntukkan bagi para turis. Saya hanya membeli satu boks coklat saja, mengingat Irza yang suka banget sama coklat itu. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Setelah itu, kita mengunjungi Istana Negara, yang terletak di Jalan Istana, Kuala Lumpur. Istana ini adalah tempat tinggalnya raja Malaysia, Yang Di Pertuan Agong. Tentu saja kita tidak bisa masuk ke dalam Istana, melainkan hanya foto-foto saja di luar gerbangnya. Foto-fotonya bisa dilihat disini.


Dari Istana, kita melanjutkan perjalanan ke Tugu Negara, yang terletak di kompleks Taman Tasik Perdana, tidak jauh dari gedung Parlimen, Kuala Lumpur. Disana kita melihat tugu peringatan yang dibangun untuk mengenang para pahlawan Malaysia yang gugur pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945. Juga ada tugu yang menampilkan tujuh orang tentara Malaysia, dikelilingi oleh kolam yang lengkap dengan air mancurnya yang menari-nari. Irza senang jalan-jalan dan difoto disana. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Dari Tugu Negara, kita kemudian tour dengan bus melewati beberapa tempat bersejarah lainnya, seperti gedung stasiun kereta api lama, Dataran Merdeka, gedung Sultan Abdul Samad dan beberapa gedung lainnya, walaupun kita hanya melihatnya dari bus dan tidak turun untuk mengambil foto.

Bus kemudian melanjutkan perjalanan ke Mid Valley Megamall, dan setelah sempet muter-muter jauh ke arah Bangsar karena supir bus-nya ngelewatin satu belokan, kita sampai ke Mid Valley Megamall sekitar jam 11. Wah, kita diberi waktu sekitar 3 jam sampai jam 2 siang, untuk jalan-jalan sekaligus makan siang. Saya akhirnya membawa Irza ke MegaKidz di lantai atas. MegaKidz ini adalah sebuah indoor playground yang besar, untuk anak-anak bermain luncuran dan panjat-panjatan, mirip seperti yang di Parkway Parade atau Downtown East kalau di Singapura. Setelah Irza puas bermain disana, kita kemudian makan siang di Food Junction food court di lantai yang sama. Foto-foto di MegaKidz bisa dilihat disini.

Setelah selesai makan, kita kemudian ke lantai basement untuk membeli Dunkin Donuts yang tidak ada di Singapura, dan roti Bread Talk yang ternyata halal di Malaysia, sebelum kembali ke tempat kita dijemput oleh bus untuk perjalanan kembali ke Singapura.

Seluruh foto-foto selama perjalanan ke Kuala Lumpur tersebut bisa dilihat disini.

[English version]

Wednesday, June 28, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung – 3 (Tamat)

(Sambungan dari part 2)

Hari Jum’at, tanggal 9 Juni 2006, pagi-pagi saya bersama Irza mengantar istri pergi ke rumah sepupu istri saya di daerah Blok S, Kebayoran Baru, karena istri sudah ada janji sama sepupunya itu untuk pergi (lagi) ke Mangga Dua. Mengingat rumahnya yang dekat tempat makanan di Blok S, mau ngga mau ya nyempetin early lunch disana, sate ayam dan lontong. :) Setelah itu saya mengantar adik ipar saya ke kantornya di Plaza Bapindo, Sudirman, sebelum kemudian bersama Irza pergi ke BCA KCU Fatmawati, untuk mengurus penggantian KeyBCA saya yang sempat tertunda sebelumnya.

Sore-nya, saya mengajak Inka dan Irza ke Depok untuk berkunjung ke sebuah shopping mall baru di daerah Margonda, Margo City. Margo City ini terletak tepat di seberang Depok Town Square (Detos) yang pernah saya kunjungi sebelumnya pada bulan Maret 2006. Pada waktu itu, Margo City masih belum dibuka dan masih dalam tahap akhir pembangunan.

Karena masih baru, tentu saja mall ini masih kosong. Yang terlihat rame adalah, tentu saja, toko donut J.Co yang masih saja selalu berhasil membuat orang mengantri panjang demi membeli donut-nya yang (katanya) enak itu. Kita tidak terlalu banyak keliling mengingat kondisi mall yang masih banyak kosong, dan langsung menuju lantai atas, dimana (lagi-lagi) Inka dan Irza langsung menyerbu Timezone yang ada disana.

Kita akhirnya kemudian “menyeberang” ke Depok Town Square (Detos), dan makan malam di restoran Popeye di lantai dasar. Inka memilih ayam goreng, sementara Irza memilih chicken strips. Foto-foto Inka dan Irza di restoran Popeye Detos bisa dilihat disini.

Hari Sabtu, 10 Juni 2006 siang, kita pergi ke Cilandak Town Square (Citos), ya ya ya, lagi-lagi ke mall. Soalnya memang bingung kalau mau jalan-jalan ke Jakarta itu mau ke mana, akhirnya ya ke mall lagi, ke mall lagi. :) Saya mah udah bosen banget jalan-jalan ke mall mulu, tapi yah mau gimana lagi, tempat jalan-jalan yang enak untuk keluarga ya shopping mall. Taman-taman sudah semakin langka ditemukan di Jakarta.

Di Citos, kita berbelanja di Matahari, dan juga, seperti biasa, menemani Inka dan Irza main di Timezone (lagi). Sebelum pulang, kita sempet mampir ke Kafe Pisa di lantai atas Citos untuk menikmati es krim. Kita juga sempet mampir ke toko Valu$ di lantai basement (dekat tempat parkir), mengingat istri yang ingin "berburu" barang-barang murah disana. Foto-foto di Kafe Pisa bisa dilihat disini.

Hari Minggu pagi, 11 Juni 2006, seluruh keluarga sibuk menghadiri acara aqiqah-nya Adyarafa Almefty Priguna a.k.a. Rafa, keponakan yang baru lahir bulan lalu. Rafa adalah putra pertama dari adik saya, Firman dan istrinya, Ria. Acara tersebut dilangsungkan di rumah adik saya di Puri Cinere, Depok. Acaranya termasuk pengajian, dan gunting rambut sang bayi. Foto-foto selama acara tersebut bisa dilihat disini.

Minggu malam-nya, kita semua pergi ke restoran Bakmi Japos di Pangkalan Jati, Cinere, untuk merayakan acara ulang tahun Nenek (ibu mertua saya). Restoran ini tepat di sebelahnya padang golf Pangkalan Jati. Keunggulan dari restoran ini adalah ambience-nya, dimana sebagian tempat duduknya menghadap ke taman dan kolam, dan diiringi live music setiap malamnya. Juga ada tempat bermain kecil untuk anak-anak. Kalau makanannya sih yah bisa dibilang biasa-biasa aja, tidak terlalu istimewa. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Hari Senin, 12 Juni 2006, saya pulang ke Singapura sementara istri dan anak-anak masih di Jakarta. Mereka baru pulang ke Singapura hari Minggu depannya, tanggal 18 Juni 2006. Anak-anak ternyata masih sempat menikmati jalan-jalan di Jakarta selama seminggu itu. Inka malah sempet dibawa Aki dan Ene-nya ke Bandung dan jalan-jalan ke Rumah Strawberry di Cihanjuang. Sayang tidak ada foto-fotonya. :)

(Tamat)

Wednesday, June 21, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung – 2

(Sambungan dari Part 1)

Pagi-pagi di hari Rabu, 7 Juni 2006, kita sekeluarga beserta ibu, ibu mertua dan adik ipar pergi ke Bandung. Kita berangkat dari rumah di Cinere sekitar jam 9 pagi, menjemput ibu mertua dan adik ipar di Gandul, Cinere sekitar jam 9:30 pagi, dan sampai di Bandung sekitar jam 12 siang, melewati tol Cipularang. Irza sangat terkesan dengan jembatan-jembatan kereta api yang terlihat dari tol Cipularang. Kayaknya tidak kalah deh dengan jembatan kereta api Kwai di Thailand. :P Sayang kita tidak berani untuk berhenti untuk membuat foto-fotonya. :)

Sampai di rumah orang tua di Cimindi, Bandung, kita menyempatkan makan siang sebelum pergi ke outlet di Jalan Riau. Kita memarkir mobil di outlet Heritage, dan sementara istri, ibu mertua dan adik ipar berkeliling outlet yang berjejer di sepanjang jalan itu, saya dan anak-anak memilih pergi ke Happy Days, tempat bermain anak-anak yang terletak di lantai tiga sebuah outlet yang tepat di sampingnya Heritage (duh saya ndak inget nama outlet-nya). Disitu anak-anak senang main di kolam bola dan ada mini-gym dengan luncurannya. Kita bisa meninggalkan anak-anak disitu biar kita bisa santai berbelanja, karena ada beberapa staff yang bertugas untuk menjaga anak-anak tersebut sementara orang tuanya berbelanja. Disitu juga kita bisa mendaftar hotspots (Wi-Fi) gratis dari MelsaNet. Saya udah coba daftar, tapi pas saya mau coba connect pake PDA saya, ternyata ndak bisa. :( Ndak tau kenapa, mungkin PDA saya ndak compatible sama wireless access point-nya.

Setelah para avid shoppers itu selesai berbelanja, kita terus ke hotel untuk check-in. Kita menginap di Aston Hotel and Residence, sebuah hotel baru yang berlokasi di pusat perbelanjaan Braga Citywalk. Hotelnya masih baru, desain lobby-nya juga bagus, walaupun istri agak kurang suka dengan seragam para staff hotel-nya yang serba hitam. Sayangnya, karena masih baru, pusat perbelanjaannya juga masih sepi, banyak unit yang kosong. Yang buka cuma tempat main (amusement centre) dan food courtnya yang juga masih sepi di lantai dua, selain beberapa unit yang udah buka di lantai dasar dan lantai satu. Oh iya, juga ada biskop Braga 21 baru, yang juga sangat sepi. Apa karena kita datangnya pas hari kerja kali ya. :) Foto-foto di Braga CityWalk dan Aston Hotel and Residence bisa dilihat disini.

Sore harinya, saya mengantar para avid shoppers ke outlet di sepanjang Jl. Ir. H. Juanda (Dago), Bandung, deket Rumah Sakit Borromeus. Lumayan ada beberapa outlet disana, seperti “Grande” dan “Jetset”. Sambil menunggu mereka belanja, saya membawa anak-anak ke KFC Dago, masih di jalan yang sama tapi agak ke bawah dikit, untuk makan malam. Setelah para avid shoppers selesai belanja, kita pulang ke hotel setelah sebelumnya mampir ke restoran Bumbu Desa di Jl. Pasirkaliki untuk membeli makan malam untuk dimakan di hotel.

Besoknya, 8 Juni 2006, pagi-pagi saya dan anak-anak menunggu di depan trotoar Jalan Braga, nunggu dijemput Aki (Bapak saya) yang akan mengantar kita ke pusat brownies Amanda di Jl. Rancabolang, untuk membeli pesanan brownies kukus Amanda yang terkenal itu. Walah, ternyata lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Rancabolang itu terletak di daerah jalan Bypass Soekarno Hatta sebelah timur, daerah Buah Batu sana.

Setelah kembali ke hotel, kita kemudian check-out dan langsung keluar jalan-jalan lagi. Setelah mampir sebentar ke Heritage Jl. Riau untuk menukar baju yang dibeli adik ipar, kita kemudian pergi ke Rumah Mode di Jl. Setiabudi, ujung atas-nya Jl. Cipaganti. Disana para avid shoppers kembali berbelanja, walaupun tidak berhasil membeli apapun mengingat harganya yang sedikit lebih mahal dibandingkan outlet-outlet lainnya.

Sepulangnya dari Rumah Mode, kita pulang ke arah pusat kota melewati Jalan Cihampelas yang terkenal dengan toko-toko jeans-nya itu, dan kemudian mampir ke Cihampelas Walk (CiWalk). Seperti biasa, anak-anak langsung menyerbu arena permainan Timezone disana, sementara para avid shoppers seperti biasa jalan-jalan di seputar mall. Tidak lupa kita juga membeli donut J.Co yang terkenal itu, yang kebetulan punya kaunter di CiWalk. Untungnya kaunter J.Co yang di CiWalk tidak se-antri kaunter-kaunter J.Co lain, terutama di Jakarta. Donat-donat ini tidak dimakan di tempat tapi dimakan sore/malem-nya setelah sampai kembali ke Jakarta, makaya foto yang di kiri atas itu kelihatan donat-donatnya udah pada "layu", karena ditaro di dalam mobil selama perjalanan Bandung-Jakarta. :)

Setelah puas jalan-jalan di CiWalk, kita kemudian menuju Jalan Pasirkaliki. Tujuan kita adalah restoran Bumbu Desa tempat kita sehari sebelumnya membeli makan malam untuk dimakan di hotel. Hampir semuanya, termasuk ibu mertua saya, suka dengan masakan khas Sunda restoran Bumbu Desa yang memang enak, sehingga kita memutuskan untuk pergi kesana untuk makan siang. Restoran ini terletak di Jalan Pasirkaliki, kalau dari arah perempatan Pasteur, terus ke arah selatan (ke arah pusat kota / stasiun kereta api), nah nanti restoran Bumbu Desa ini ada di sebelah kiri, sebelum Istana Plaza yang ada di sebelah kanan.

Sebenarnya waktu itu sudah lebih dari jam 2 siang WIB (atau jam 3 waktu Singapura), jadi sebenarnya sudah cukup terlambat untuk makan siang. Tapi ini tidak mengganggu kenikmatan kita menyantap makanan lezat khas Sunda yang disiapkan, seperti ayam panggang, ayam goreng, pepes tahu, pepes oncom, kangkung, ikan banding duri lunak, dan yang tidak kalah penting: lalap dan sambal. Sambalnya saja ada dua atau tiga macam, dan semuanya enak. Belum lagi Teh Botol sebagai minuman, dan es cincau hijau sebagai dessert. Sedaaap! :)

Sistemnya disana itu kita tidak langsung duduk, tapi ngambil lauk-lauk mentahnya dulu dari tempat yang sudah disediakan. Setelah itu baru kita kasih lauknya ke petugas untuk digoreng/dibakar, terus kita pergi ke meja atau panggung tempat makan. Foto-foto di restoran Bumbu Desa, termasuk foto-foto makanannya -- you have been warned :) :) -- , bisa dilihat disini.

Setelah selesai makan, kita langsung menyusur Terusan Pasteur terus langsung masuk ke jalan tol Cipularang, kembali ke Jakarta.

(Bersambung ke Part 3)

Saturday, June 17, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung - 1

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, awal bulan Juni ini saya dan keluarga “pulang kampung” ke Jakarta dan Bandung selama liburan sekolah anak-anak. Berikut adalah “laporan” acara kami selama liburan yang sebenarnya cukup panjang tapi terasa sangat singkat itu.

Istri dan anak-anak berangkat duluan pada hari Kamis, 1 Juni 2006, sedangkan saya menyusul pada hari Sabtu, 3 Juni 2006 pagi. Dari bandara Soekarno-Hatta, saya langsung dijemput keluarga dan orang tua dan langsung jalan-jalan ke Mangga Dua setelah mengalami pengalaman road rage yang mengesalkan itu. Foto-foto selama di Mangga Dua bisa dilihat disini.

Pagi-pagi besoknya, hari Minggu, 4 Juni 2006, saya bersama istri dan Irza pergi ke Mal Cinere, dan berbelanja di pasar swalayan Hero di lantai basement untuk keperluan penyetokan belanjaan khas Indonesia. Sore-nya, kita sekeluarga jalan-jalan ke Mal Pondok Indah (PIM), Jakarta Selatan. Disana, seperti biasa, anak-anak langsung pada main di Timezone, sementara istri dan orang tua pada shopping.

Oh iya, kita juga sempet makan malam di Bakmi Gajah Mada (atau lebih terkenal dengan sebutan Bakmi GM), restoran di lantai 2 PIM, di seberangnya bioskop 21. Seperti hal-nya Priyadi, keluarga kami adalah penggemar setia Bakmi GM, dan kelihatan sekali ini menurun ke anak-anak saya. Lihat saja Inka dan Irza yang dengan lahapnya menyantap Bakmi GM, yang memang tidak ada di Singapura itu. Foto-foto lainnya di Bakmi GM bisa dilihat disini.

Hari Senin, 5 Juni 2006, waktu saya habis tersita untuk pengurusan SIM di Polres Depok, bersama ibu saya. Namun, ternyata “pengorbanan” itu tidak sia-sia, untuk pertama kalinya saya berhasil mendapatkan SIM secara resmi dan “jujur” dan tidak dengan cara “nembak”. Sampai ikut ujian teori dan praktek juga, loh. :)

Besoknya, Selasa, 6 Juni 2006, dengan SIM sudah di tangan, saya pun menjadi lebih berani untuk “berleluasa” jalan-jalan keliling Jakarta. :) Pagi-pagi sekali saya dan istri ke BCA Cinere dekat rumah untuk meminta penggantian KeyBCA saya yang sudah tidak bisa dipakai karena sudah tidak sinkron lagi. Eh, ternyata cabang pembantu Cinere tidak bisa mengeluarkan KeyBCA instant, sehingga saya disarankan untuk pergi ke BCA kantor cabang utama Fatmawati. Mengingat keluarga merencanakan untuk pergi ke ITC Kuningan pada hari itu, akhirnya diputuskan untuk mengurus penggantian KeyBCA itu di BCA cabang Kuningan.

Menjelang siang, kita sekeluarga, termasuk orang tua saya dan keponakan-keponakan, pergi ke Kuningan. Kita mampir sebentar ke kantor Departemen Kesehatan di Kuningan untuk mengantar ibu saya yang ada keperluan kesana. Sambil menunggu ibu saya, saya berjalan ke gedung Bina Mulia di sebelah, ke cabang BCA disana untuk mengurus penggantian KeyBCA. Eh, taunya cabang BCA kantor cabang utama Kuningan itu sudah pindah ke Gedung Sentra Mulia sejak tahun 1999, sementara yang di Bina Mulia sudah “turun pangkat” jadi kantor cabang pembantu. Walah, Sentra Mulia kan lumayan jauh dari situ kalau harus jalan kaki. Akhirnya saya memutuskan untuk menunda pengurusan KeyBCA itu di lain hari.

Setelah ibu saya selesai dengan urusannya di Depkes, kita rame-rame pergi ke ITC Kuningan. Mengingat sudah waktunya makan siang, sesampainya disana, kita langsung pergi ke Mal Ambassador, tempat perbelanjaan yang terhubung di sebelah, untuk pergi ke food court di lantai empat. Seperti biasa, kita menikmati makanan khas Indonesia disana, seperti ayam kalasan dan soto betawi. Kapan lagi, mumpung di Jakarta. :)

Setelah makan siang, istri dan ibu saya langsung kembali ke ITC Kuningan untuk hunting barang-barang murah disana, sementara saya dan bapak saya, beserta anak-anak dan keponakan, memilih untuk jalan-jalan di Mal Ambassador, yang tidak se-crowded ITC Kuningan, dan membiarkan anak-anak asyik mandi bola dan main-main di playground disana. Foto-foto di Mal Ambassador bisa dilihat disini.

[English version]

(Bersambung ke Part 2)

Friday, June 16, 2006

Planet Singapura

Saya baru saja merilis (caela, emangnya artis :P) blog agregasi baru, yang saya beri nama Planet Singapura. Berbeda dengan Planet Indra yang hanya berisikan agregasi blog-blog saya, Planet Singapura ini berisikan blog-blog dari rekan-rekan blogger Indonesia yang bermukim di Singapura, termasuk saya. :) Yah, itung-itung saya membuat situs blog agregasi ini untuk didedikasikan kepada komunitas masyarakat Indonesia di Singapura *ehem ehem*. :) Dan itu tidak hanya terbatas kepada komunitas Indo-Sing aja loh, tapi untuk siapapun orang Indonesia (terutama blogger Indonesia) yang ada di Singapura. :)

Dalam kesempatan ini, saya baru memasukkan blog beberapa teman blogger Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura ke daftar sindikasi Planet Singapura, diantaranya Pak JaF, Teh Inong, Mbak Hany, Renatha, Teh Ellen, Dhona dan beberapa rekan blogger lainnya, termasuk blog komunitas Indo-Sing. Mohon maaf bagi yang blog-nya di-sindikasi tanpa seijin pemiliknya :) , dan juga mohon maaf bagi mereka yang blog-nya tidak sempat saya masukkan ke daftar sindikasi. :)

Bagi rekan-rekan lain (warga negara Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura) yang ingin blog-nya dimasukkan ke dalam daftar sindikasi Planet Singapura, silahkan kontak saya atau Anda juga bisa isi komentar di artikel ini. Dengan situs agregasi tersebut, sekarang lebih mudah untuk membaca seluruh artikel dari blog-blog rekan-rekan di Singapura dalam satu halaman. Yah, itung-itung untuk mempererat tali persahabatan (caela!) para blogger di Singapura. Yah, siapa tahu nanti mau juga bikin organisasi tidak resmi komunitas blogger Indonesia di Singapura? :)

Wednesday, June 14, 2006

Quicklink: Photos of the Week - 2

Foto-foto ini dibuat sebelum kita pulang ke Jakarta awal bulan ini.

Foto-foto lainnya di Jakarta dan Bandung menyusul. :)

[English version]

Tuesday, June 13, 2006

3 Juni 2006: What A Day!

Walah, baru sehari di Jakarta, udah mengalami kejadian macem-macem. Saya bangun jam 5 pagi waktu Singapura (jam 4 pagi WIB) karena jam 6 pagi saya udah keluar dari apartemen untuk naik bus dilanjut MRT ke Changi airport. Naik bus 173 ke Clementi dan sampai Clementi sekitar jam setengah tujuh, dari sana dilanjut naik MRT all the way ke Changi airport, sampai Changi sekitar jam setengah delapan. Seperti yang saya bilang di postingan saya sebelumnya, kali ini saya naik Valuair ke Jakarta, memanfaatkan promosi harga tiket murah yang diberikan JetStarAsia. Atas permintaan dari Dian, saya udah menulis opini saya mengenai service Valuair disini.

Sampai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dijemput sama istri, anak-anak dan orang tua. Dari sana saya yang bawa mobil orang tua saya langsung ke Mangga Dua, nemenin istri dan orang tua yang mau belanja kesana. Keluar tol Ancol jalanan macet, ambil jalur kanan mau belok ke Gunung Sahari, tiba-tiba aja bagian mobil belakang diseruduk mobil belakang, sebuah mobil Ford SUV. Jelas saja bagian belakang Odyssey orang tua saya rusak berat, sementara mobilnya dia cuma lecet-lecet sedikit saja.

Eh, sudah jelas dia yang salah, malah dia yang marah-marah. Katanya saya yang nyerempet mobil dia, padahal udah jelas mobil dia yang nyeruduk. Saya memang ngambil jalur dia, tapi waktu itu masih ada jarak satu mobil diantara mobil dia dan mobil di depannya, sementara kita kan memang harus ngambil jalur paling kanan untuk belok kanan ke Jalan Gunung Sahari. Dia-nya yang tidak berhenti setelah kita ambil jalur kanan.

Ternyata yang nabrak mobil kami itu supir, sementara bos-nya asik duduk di dalam mobil. Cape-lah saya dan orang tua saya adu ngotot sama si supir, mana disitu ada polisi pula. Mengingat kedua-duanya sama-sama tidak mau ngalah, kita nuntut supaya kita saling mengganti kerusakan, dia ganti kerusakan mobil orang tua saya sementara kita ganti kerusakan mobil dia. Eh, dia ngeles bilang gaji dia sebagai supir tidak akan bisa mengganti kerusakan mobil orang tua saya. Sementara bos-nya dengan tenang duduk di dalam mobil dan tidak ikut berdiskusi. Saya baru aja mau bilang dia supaya minta bos-nya yang ganti, tapi ibu saya terlanjur bilang, ya sudah, kita ganti kerusakan sendiri-sendiri.

Belum lagi masalah polisi yang pengen ikut campur, minta SIM dan STNK dari kedua belah pihak. Saya sempet deg-degan mengingat saya pake SIM Singapura dan bukan SIM Indonesia (SIM Indonesia saya sudah expired pada waktu itu), tapi akhirnya tidak masalah setelah saya kasih lihat International Driving Permit (IDP) saya yang dikeluarkan oleh AAS (Automobile Association of Singapore).

Kita lalu terus ke ITC Mangga Dua, nemenin istri dan orang tua belanja di sana. Seperti yang sudah diduga, anak-anak tidak kerasan karena situasi tempat belanja yang penuh sesak itu, walaupun mereka tetep sabar menunggu kita belanja setelah disogok dibeliin mainan, tas dan setelan kaos dan celana bergambar Diego, tokoh kartun Spanyol yang temennya Dora the Explorer itu. :) Kita juga nyempetin makan siang di food court ITC di lantai 7 (lantai atas tempat parkir). Foto-foto di Mangga Dua (menggunakan kamera HP jadi kualitas gambar kurang baik) bisa dilihat disini.

Padahal saya baru aja nulis artikel mengenai kasus road rage di Jakarta, termasuk sedikit tips untuk menghindari road rage di Jakarta. Siapa yang nyangka saya sendiri akan mengalaminya segera setelah tiba di Jakarta? :(

What a day!

Friday, June 02, 2006

Bujangan sehari...

"Sunyi sepi sendiri... sejak kau tinggal pergi...."

Enggak ding! :) Yah, terasa sepi-nya cuma pas malem aja, pas pulang kantor. Maklum, biasa pulang kantor langsung disambut teriakan gembira anak-anak dan sambutan dari istri :), tadi malam pulang ke rumah walah terasa sepi banget. Kalau pas di kantor ya sibuk, jadi ngga terlalu terasa sepi-nya kalau siang.

Iyah, kemarin siang saya mengantar istri dan anak-anak ke Changi airport karena mereka akan berlibur selama dua minggu lebih ke Jakarta. Walah, saya ditinggal dong? :) Tidak juga, karena saya juga akan nyusul ke Jakarta besok (Sabtu, 3/6) dan refreshing lah semingguan disana, sebelum kembali ke rutinitas kesibukan di Singapura. Rencana saya akan pulang kembali ke Singapura hari Senin (12/6) sementara istri dan anak-anak akan menyusul kembali ke Singapura hari Minggu depannya (18/6).

Jadi, yaa.. not too bad lah. :) Sepi-nya paling terasa kemarin malam dan (mungkin) nanti malam, walaupun kemungkinan besar nanti malam pun tidak akan terlalu terasa sepi juga karena saya akan sibuk packing. Yang mungkin akan terasa sepi-nya itu mungkin nanti setelah saya pulang kembali ke Singapura tanggal 12, ada jeda beberapa hari sebelum istri dan anak-anak pulang tanggal 18.

Istri dan anak-anak, demikian juga saya besok, ke Jakarta naik Valuair, budget airline Singapura yang sekarang sudah diakuisisi sama JetStarAsia. Lho, kenapa ngga naik AirAsia lewat Batam seperti perjalanan kita terdahulu? Karena kebetulan JetStarAsia, eh, Valuair, lagi ada promosi harga murah untuk penerbangan ke Jakarta, jadi setelah dihitung-hitung dengan biaya tiket AirAsia dari Batam, tambah biaya ferry Singapore-Batam dan taksi di Batam, ternyata harganya tidak jauh beda, walaupun memang tetep lebih mahal sih dibandingkan lewat Batam. Tapi kan kita juga memikirkan waktu dan tenaga yang terpakai untuk lewat Batam, akhirnya kita putuskan untuk naik Valuair aja. Mumpung lagi promosi. :)

Tahun lalu kita pernah sekali naik Valuair ke Jakarta waktu budget airline itu masih belum diakuisisi oleh JetStarAsia. Pelayanannya lumayan bagus, dan yang saya ingat waktu itu semua pramugarinya pada nyanyi setelah pesawatnya mendarat di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. :) Ngga tau apakah "service tambahan" ini masih ada, kita lihat besok. :)

Oh iya, mengingat koneksi Internet saya di Indonesia terbatas, saya mungkin tidak akan bisa terlalu sering meng-update blog-blog saya, dan juga tidak akan bisa terlalu sering blogwalking. Istilahnya, "semi-hiatus" deh sampai saya kembali ke Singapura nanti tanggal 12 Juni.

Thursday, June 01, 2006

Al-Ameen Eating House

Al-Ameen Eating House adalah tempat makan yang terkenal di seputar Bukit Timah, tidak jauh dari tempat saya. Lokasinya tepat di seberang Beauty World Centre, tepatnya di jajaran tempat makan sepanjang Cheong Chin Nam Road, tidak jauh dari Al-Azhar, tempat makan lain favorit keluarga kami disitu.

Tempat makan ini buka 24 jam, dan semua makanan yang disediakan halal. Keunikan dari tempat makan ini adalah bermacam-macam variasi menu, mulai dari makanan laut (seafood), makanan Thai, makanan India seperti roti prata, naan, masala, aneka macam nasi goreng, semua dalam satu atap. Walaupun memang kadang-kadang, menu tertentu hanya ada pada jam tertentu dan tidak 24 jam. Pelayanannya juga ramah dan cepat, dengan kebanyakan pelayannya orang India yang, hebatnya, rata-rata ahli berbahasa Melayu.

Sekitar seminggu yang lalu, saya dan istri makan malam disana karena istri kangen dengan roti naan dan masala. Roti naan dan masala adalah dua "pasangan" masakan India yang saya dan (terutama) istri sukai (lihat foto kanan). Roti naan ini mirip dengan roti prata, tapi rasanya sedikit beda, dan seperti halnya roti prata, roti naan juga banyak pilihan rasanya, bisa plain, butter, onion/garlic ataupun cheese. Roti naan ini dimakan bersama masala, semacam rendang-nya India tapi bumbu-nya lebih banyak menggunakan rempah khas India, dan dagingnya bisa berupa daging kambing (mutton) atau ayam (chicken). Dulu kita pernah nyobain chicken masala dan chicken tikka masala, jadi minggu lalu kita coba mutton masala-nya. Dan ternyata, tidak kalah enaknya. :)

Kabar-kabari kalau ada yang mau kesana ya, kita tinggal jalan kesana buat gabung. Deket dari rumah, soalnya. :)

[English version]