Wednesday, June 21, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung – 2

(Sambungan dari Part 1)

Pagi-pagi di hari Rabu, 7 Juni 2006, kita sekeluarga beserta ibu, ibu mertua dan adik ipar pergi ke Bandung. Kita berangkat dari rumah di Cinere sekitar jam 9 pagi, menjemput ibu mertua dan adik ipar di Gandul, Cinere sekitar jam 9:30 pagi, dan sampai di Bandung sekitar jam 12 siang, melewati tol Cipularang. Irza sangat terkesan dengan jembatan-jembatan kereta api yang terlihat dari tol Cipularang. Kayaknya tidak kalah deh dengan jembatan kereta api Kwai di Thailand. :P Sayang kita tidak berani untuk berhenti untuk membuat foto-fotonya. :)

Sampai di rumah orang tua di Cimindi, Bandung, kita menyempatkan makan siang sebelum pergi ke outlet di Jalan Riau. Kita memarkir mobil di outlet Heritage, dan sementara istri, ibu mertua dan adik ipar berkeliling outlet yang berjejer di sepanjang jalan itu, saya dan anak-anak memilih pergi ke Happy Days, tempat bermain anak-anak yang terletak di lantai tiga sebuah outlet yang tepat di sampingnya Heritage (duh saya ndak inget nama outlet-nya). Disitu anak-anak senang main di kolam bola dan ada mini-gym dengan luncurannya. Kita bisa meninggalkan anak-anak disitu biar kita bisa santai berbelanja, karena ada beberapa staff yang bertugas untuk menjaga anak-anak tersebut sementara orang tuanya berbelanja. Disitu juga kita bisa mendaftar hotspots (Wi-Fi) gratis dari MelsaNet. Saya udah coba daftar, tapi pas saya mau coba connect pake PDA saya, ternyata ndak bisa. :( Ndak tau kenapa, mungkin PDA saya ndak compatible sama wireless access point-nya.

Setelah para avid shoppers itu selesai berbelanja, kita terus ke hotel untuk check-in. Kita menginap di Aston Hotel and Residence, sebuah hotel baru yang berlokasi di pusat perbelanjaan Braga Citywalk. Hotelnya masih baru, desain lobby-nya juga bagus, walaupun istri agak kurang suka dengan seragam para staff hotel-nya yang serba hitam. Sayangnya, karena masih baru, pusat perbelanjaannya juga masih sepi, banyak unit yang kosong. Yang buka cuma tempat main (amusement centre) dan food courtnya yang juga masih sepi di lantai dua, selain beberapa unit yang udah buka di lantai dasar dan lantai satu. Oh iya, juga ada biskop Braga 21 baru, yang juga sangat sepi. Apa karena kita datangnya pas hari kerja kali ya. :) Foto-foto di Braga CityWalk dan Aston Hotel and Residence bisa dilihat disini.

Sore harinya, saya mengantar para avid shoppers ke outlet di sepanjang Jl. Ir. H. Juanda (Dago), Bandung, deket Rumah Sakit Borromeus. Lumayan ada beberapa outlet disana, seperti “Grande” dan “Jetset”. Sambil menunggu mereka belanja, saya membawa anak-anak ke KFC Dago, masih di jalan yang sama tapi agak ke bawah dikit, untuk makan malam. Setelah para avid shoppers selesai belanja, kita pulang ke hotel setelah sebelumnya mampir ke restoran Bumbu Desa di Jl. Pasirkaliki untuk membeli makan malam untuk dimakan di hotel.

Besoknya, 8 Juni 2006, pagi-pagi saya dan anak-anak menunggu di depan trotoar Jalan Braga, nunggu dijemput Aki (Bapak saya) yang akan mengantar kita ke pusat brownies Amanda di Jl. Rancabolang, untuk membeli pesanan brownies kukus Amanda yang terkenal itu. Walah, ternyata lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Rancabolang itu terletak di daerah jalan Bypass Soekarno Hatta sebelah timur, daerah Buah Batu sana.

Setelah kembali ke hotel, kita kemudian check-out dan langsung keluar jalan-jalan lagi. Setelah mampir sebentar ke Heritage Jl. Riau untuk menukar baju yang dibeli adik ipar, kita kemudian pergi ke Rumah Mode di Jl. Setiabudi, ujung atas-nya Jl. Cipaganti. Disana para avid shoppers kembali berbelanja, walaupun tidak berhasil membeli apapun mengingat harganya yang sedikit lebih mahal dibandingkan outlet-outlet lainnya.

Sepulangnya dari Rumah Mode, kita pulang ke arah pusat kota melewati Jalan Cihampelas yang terkenal dengan toko-toko jeans-nya itu, dan kemudian mampir ke Cihampelas Walk (CiWalk). Seperti biasa, anak-anak langsung menyerbu arena permainan Timezone disana, sementara para avid shoppers seperti biasa jalan-jalan di seputar mall. Tidak lupa kita juga membeli donut J.Co yang terkenal itu, yang kebetulan punya kaunter di CiWalk. Untungnya kaunter J.Co yang di CiWalk tidak se-antri kaunter-kaunter J.Co lain, terutama di Jakarta. Donat-donat ini tidak dimakan di tempat tapi dimakan sore/malem-nya setelah sampai kembali ke Jakarta, makaya foto yang di kiri atas itu kelihatan donat-donatnya udah pada "layu", karena ditaro di dalam mobil selama perjalanan Bandung-Jakarta. :)

Setelah puas jalan-jalan di CiWalk, kita kemudian menuju Jalan Pasirkaliki. Tujuan kita adalah restoran Bumbu Desa tempat kita sehari sebelumnya membeli makan malam untuk dimakan di hotel. Hampir semuanya, termasuk ibu mertua saya, suka dengan masakan khas Sunda restoran Bumbu Desa yang memang enak, sehingga kita memutuskan untuk pergi kesana untuk makan siang. Restoran ini terletak di Jalan Pasirkaliki, kalau dari arah perempatan Pasteur, terus ke arah selatan (ke arah pusat kota / stasiun kereta api), nah nanti restoran Bumbu Desa ini ada di sebelah kiri, sebelum Istana Plaza yang ada di sebelah kanan.

Sebenarnya waktu itu sudah lebih dari jam 2 siang WIB (atau jam 3 waktu Singapura), jadi sebenarnya sudah cukup terlambat untuk makan siang. Tapi ini tidak mengganggu kenikmatan kita menyantap makanan lezat khas Sunda yang disiapkan, seperti ayam panggang, ayam goreng, pepes tahu, pepes oncom, kangkung, ikan banding duri lunak, dan yang tidak kalah penting: lalap dan sambal. Sambalnya saja ada dua atau tiga macam, dan semuanya enak. Belum lagi Teh Botol sebagai minuman, dan es cincau hijau sebagai dessert. Sedaaap! :)

Sistemnya disana itu kita tidak langsung duduk, tapi ngambil lauk-lauk mentahnya dulu dari tempat yang sudah disediakan. Setelah itu baru kita kasih lauknya ke petugas untuk digoreng/dibakar, terus kita pergi ke meja atau panggung tempat makan. Foto-foto di restoran Bumbu Desa, termasuk foto-foto makanannya -- you have been warned :) :) -- , bisa dilihat disini.

Setelah selesai makan, kita langsung menyusur Terusan Pasteur terus langsung masuk ke jalan tol Cipularang, kembali ke Jakarta.

(Bersambung ke Part 3)

7 comments:

Dodol Surodol said...

Ah, siwalan, bikin iri aja nih! Diperingati atau tidak, tanggung jawab, jadi pengen ayam-ayaman Sunda gini kan!

dian mercury said...

sebelum ke bandung, ntar aku baac2x lagi ah hehehe...jadi gak sabar neh pengen ke bandung

Indi said...

bandung is a good place for eating but the environment is getting worse. let's boycott bandung for a while to push Pemda to clean up the place.

tata said...

asik banget sih jalan2 mlulu. Bikin gue homesick bgt nih....

Eh Dra, photo2 di Jln Braga OK bgt. Anak elo elo lucu bgt yah :D

emaknya iffah said...

ngeces mode :((

Dhona said...

duhh enaknya, pulang kampung keliling keluar kota.
Duhh, aku juga paling demen tuh makan lesehan gitu... huhuhuhuhu....

IndraPr said...

Renatha: makanya, jalan2-lah ke Bandung biar bisa menikmati masakan Sunda...

Dian: kapan mau ke Bandung nih... :)

Indi: agree that the environment is getting worse. However it's purely the government's fault, I think it's not fair to punish the people by boycotting it.

Tata: Iya dong, siapa dulu dong Papa-nya.. :D :D

Teh Ellen: buat Teh Ellen mah ngga masalah kan, tinggal masak di rumah. :D :D

Dhona: kapan yah ada restoran lesehan di SG? :)