Saturday, September 30, 2006

Farewell Party Om A dan Tante Wiwied

Kemarin malam (Jum'at, 29 September 2006), kita sekeluarga pergi ke acara farewell party-nya Om A dan Tante Wiwied, di function room (semacam gedung serba guna) yang terletak di kompleks apartemen mereka di Symphony Heights, daerah Upper Bukit Timah, 5 menit saja dari rumah. Mereka akan pindah kembali ke Jakarta, dan Tante Wiwied beserta putranya Akram akan meninggalkan Singapura menuju Jakarta besok (Minggu, 1 Oktober 2006). Sementara, Om A baru akan pulang ke Jakarta akhir November, setelah masa kerjanya di Singapura berakhir.

A adalah teman sekolah saya, waktu SMA dulu. Kami sama-sama bersekolah di SMA Negeri 5 Bandung, dan merupakan salah satu sahabat karib saya, selain Wahyu Gurbada, yang lebih akrab dipanggil Dida. Sejak lulus SMA, saya sudah tidak pernah bertemu lagi dengan beliau hingga beberapa tahun yang lalu, ketika kita bertemu secara tidak sengaja di kompleks imigrasi Woodlands, Singapura, dalam perjalanan pulang dari Johor Bahru. Ternyata, beliau juga bekerja di Singapura, sehingga setelah tukar nomor telepon, saya dan keluarga pun berkunjung ke rumah beliau dan keluarga di Hume Park (pada waktu itu, sekitar tiga tahun yang lalu). Sejak itu pun, kita masih jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, dan sejak istri saya dan Wiwied, istri beliau sama-sama mengikuti komunitas IndoSing-Mums, baru kami bisa sempat kontak-kontak lagi. Terakhir kita ketemuan adalah waktu beliau dan keluarga datang menghadiri acara ulang tahun Irza bulan Agustus lalu.

Kita datang agak terlambat, setelah Maghrib. Namun walaupun saya tidak sempat kebagian sate Braddell yang terkenal itu, tapi -- seperti biasa -- banyak pilihan makanan lain yang tersedia, seperti roti prata, gado-gado, dan sambal goreng. Setelah selesai makan, baru saya mengeluarkan senjata saya untuk membuat video dan jepret-jepret. :)

Seperti biasa, Inka dan Irza senang sekali bertemu dan bermain dengan teman-teman mereka. Selain Akram yang menjadi tuan rumah, juga ada Hanan and Haifa, Abang Dzaky, Athaya and Alita, Aily and Algo, Noe, Zidan and Syifa, Dandy dan banyak lagi teman-teman yang lain. Pertama mereka bermain dan berlari-lari di function room tempat acara berlangsung, yang karena cukup banyak orang, akhirnya mereka pindah ke bawah dan bermain di lapangan squash. Namun ternyata petugas security melarang mereka bermain di squash court, sehingga mereka pun "digusur" ke games room, dengan lumayan banyak alat permainan, dan mereka pun asyik bermain disana. Setelah malam larut pun, mereka masih tidak mau pulang dan bahkan melanjutkan bermain di tempat bermain (playground) di belakang function room.

Berikut adalah sebagian foto-fotonya:

Di sebelah kiri adalah foto dari tuan rumah Akram, putra dari Om A dan Tante Wiwied, bersama Zidan, putra dari Om Haris dan almarhumah Tante Inong. Akram sempat menangis karena merasa tidak diajak bermain oleh teman-temannya, kecuali Zidan. Tapi pada akhirnya Akram pun asyik bermain dengan teman-temannya, bahkan mengajak Zidan dan Irza untuk datang ke unit apartemennya, yang memang tidak jauh dari function room tempat acara berlangsung.



Di atas adalah foto Inka, yang sedang asyik bermain dengan teman-temannya di squash court. Sementara di bawahnya adalah foto Irza yang sedang asyik bermain di games room.



Di atas adalah foto Alita, dengan Inka dan Irza di latar belakang, sementara di bawahnya adalah kakak Alita, Athaya. Alita dan Athaya adalah putri dari Tante Wiwie dan Om Bubun, yang sekarang sudah berada di Saudi Arabia. Mereka punya seorang abang laki-laki bernama Dzaky, yang sayangnya tidak ada di foto. Mereka semua, termasuk Tante Wiwie, akan menyusul Om Bubun untuk pindah ke Saudi Arabia akhir tahun ini.



Di atas adalah foto dari Hanan, sementara di bawahnya adalah foto dari Haifa. Hanan dan Haifa adalah putri dari Tante Hany dan Om Iwan. Om Iwan sendiri baru ikut menyusul ke tempat acara cukup malam, menjelang acara berakhir, karena urusan pekerjaan. Sesuai tradisi, Tante Hany menyediakan sate Braddell yang terkenal di Singapura untuk acara tersebut, sayangnya kita datang agak terlambat, jadi kehabisan. :) Namun demikian, kita sempat mencoba sup kambing-nya, yang ternyata tidak kalah enak dengan sate-nya.

Di sebelah kiri adalah foto dari Zidan, sementara di sebelah kanan bawah adalah foto Syifa, digendong Om Haris. Zidan dan Syifa ditemani oleh Ummi (nenek) mereka, mengingat Om Haris, seperti halnya Om Iwan, tidak bisa datang pas acara berlangsung karena urusan pekerjaan. Om Haris baru datang agak malam untuk menjemput mereka. Namun ternyata Zidan masih asyik bermain di playground bersama Akram, Irza dan teman-teman lainnya, sehingga akhirnya Om Haris membawa pulang Syifa dan Ummi dulu, baru kembali lagi untuk menjemput Zidan.

Zidan terlihat ceria, bermain bersama teman-temannya, termasuk dengan Irza. Namun tidak halnya dengan Syifa, yang memang lebih pendiam. Syifa lebih banyak menghabiskan waktu di dekat Ummi-nya, dan tidak mau bermain dengan teman-temannya, bahkan dengan "prince" Dandy sekalipun, yang merupakan teman dekat "princess" Syifa selama beberapa bulan terakhir ini.



Di atas adalah foto dari Aily, sementara di bawahnya adalah foto dari Algo. Aily dan Algo adalah putri dan putra dari Om Judhi dan Tante Ami. Om Judhi adalah salah seorang fotografer Indonesia ternama di Singapura. :)



Di atas adalah foto dari Noe, putra dari Om Indi dan Tante Rani. Sementara di bawahnya adalah foto dari Dandy, putra dari Om Adhi dan Tante Cindy.

Foto-foto lainnya bisa dilihat disini, disini (thanks to Tante Hany) dan disini (thanks to Om Judhi).

Friday, September 29, 2006

Irza, Origami dan Bahasa Indonesia

Kemarin malam, sewaktu dalam perjalanan dari rumah ke Toa Payoh, Irza iseng-iseng melipat-lipat kertas untuk membentuk sesuatu. Latihan origami nih, ceritanya. :)

"Nih Pa, lihat, Adek (panggilan Irza untuk dirinya sendiri) udah bisa bikin pewasad dari kertas."

"Bikin apa?"

"Pewasad."

Saya bingung. Pewasad itu apa? Mikir-mikir lagi, siapa tau itu adalah bahasa Melayu yang ada padanan katanya di bahasa Indonesia. Tapi tidak ketemu juga.

"Pewasad itu apa, Dek?"

"Aeroplane."

"Oh, itu mah pesawat, Dek, bukan pewasad."

"Oh iya, Adek lupa bahasa Indonesianya..." sambil nyengir.

Weleh weleh...

Tuesday, September 26, 2006

Genting Highlands

Masih lanjutan dari cerita sebelumnya, hari Minggu, 3 September 2006 pagi, kita sekeluarga bersama tamu istimewa kita dari Jakarta beramai-ramai pergi ke Genting Highlands. Kita berangkat dari Singapura tidak terlalu pagi, sekitar jam 9:30am, dan kita mengambil jalur Tuas Second Link, yang alhamdulillah pada saat itu tidak terlalu ramai antriannya. Tadinya kita udah siap-siap untuk menghadapi antrian panjang mengingat pada waktu itu adalah awal musim liburan sekolah di Singapura, tapi ternyata mungkin orang-orang udah pada berangkat hari sebelumnya (Sabtu). Kita juga tidak menyadari kalau Om Dicky dan Tante Kandy sekeluarga juga berangkat kesana, walaupun beda sehari.

Ada dua pilihan jalan yang bisa digunakan untuk pergi dari Singapura ke Malaysia. Yang pertama, adalah Causeway yang menghubungkan Woodlands di Singapura, dan kota Johor Bahru di Malaysia. Jalur ini adalah jalur utama lalu lintas antara Singapura dan Johor Bahru, dan merupakan jalur yang sangat sibuk setiap harinya, baik hari kerja maupun (apalagi) hari libur. Pilihan kedua, adalah jalur Tuas Second Link, jalur baru yang baru dibuka pada tahun 1998. Jalur ini menghubungkan Tuas di Singapura dengan Tanjung Kupang, Johor. Jalur ini adalah jalur alternatif bagi mereka dari Singapura yang ingin langsung ke arah Kuala Lumpur atau Melaka, tanpa melewati kota Johor Bahru, karena jalan tol Second Link (rute E2) ini akan langsung bergabung dengan jalan tol North-South Expressway (NSE) menuju Kuala Lumpur, di daerah Senai.

Dari rumah, kita meluncur ke Tuas melalui expressway PIE dan AYE. Jalan bebas hambatan AYE ini akan berakhir di Tuas checkpoint, gerbang imigrasi di sisi Singapura. Disini, mobil kemudian akan melewati gerbang-gerbang yang mirip gerbang tol di Indonesia. Disana, semua paspor akan diperiksa, dan untuk non-residen seperti orang tua saya, kartu imigrasi Singapura harus disiapkan, dan paspornya akan di-stamp meninggalkan Singapura. Mirip seperti kalau kita melewati gerbang imigrasi di bandara Changi kalau mau meninggalkan Singapura. Selain itu juga kita harus membayar tol, dengan menggunakan cashcard.

Setelah proses imigrasi selesai, proses berikutnya adalah pengecekan level tangki bensin, yang dilakukan secara random. Perlu diketahui bahwa mobil Singapura yang akan menuju Malaysia, harus meninggalkan Singapura dengan kondisi tangki bensin minimal 3/4 penuh. Peraturan ini diterapkan supaya mobil-mobil Singapura tidak "kabur" ke Malaysia untuk membeli bensin, yang harganya di Malaysia cuma separo harga bensin di Singapura. Setelah melewati pengecekan ini, kita kemudian akan melewati jembatan yang menyeberangi selat yang memisahkan pulau Singapura dengan semenanjung Malaysia.

Memasuki Malaysia, masih beberapa kilometer lagi sebelum kita sampai di checkpoint Malaysia. Disini, kita harus menyiapkan semua paspor dan kartu imigrasi Malaysia yang sudah diisi. Sebelum meninggalkan counter imigrasi, pastikan bahwa paspor kita dicap, kalau tidak kita nanti bermasalah pas nanti pulang meninggalkan Malaysia. Setelah melewati imigrasi, kita akan melewati jalan tol Second Link yang akan kemudian bergabung dengan jalan tol North-South Expressway (rute E2) menuju Kuala Lumpur.

Kita mampir sebentar di "kawasan rehat" (rest area) Seremban untuk makan siang. Total perjalanan dari Singapura ke Genting Highlands, termasuk waktu yang diperlukan untuk makan siang, adalah sekitar 5 jam. Memasuki Kuala Lumpur, kita akan membayar tol di gerbang tol Sungai Besi, dan dari sana kita mencari mengikuti petunjuk menuju Cheras dan masuk ke jalan Middle Ring Road 2 melewati Cheras, Ampang dan Setapak (Jalan Ulu Kelang). Sebenarnya ada jalan lain ke Genting melewati pusat kota KL terus ke Jalan Kuching dan melewati Batu Caves, tapi perjalanannya sedikit lebih jauh. Ring Road tersebut akan kemudian bergabung dengan jalan tol Karak Expressway ke arah Kuantan. Kita keluar dari jalan tol ke arah Genting Highlands sebelum terowongan Genting Sempah.

Dari sana, jalanan mulai menanjak tajam terus sampai ke Genting Highlands, yang berada 2000 meter di atas permukaan laut. Beberapa kilometer sebelum puncak, kabut mulai menyelimuti sehingga saya harus ekstra berhati-hati dalam mengemudi di jalanan yang berkelok-kelok itu, karena jarang pandang yang sangat terbatas. Setelah sampai di Genting Highlands, kita pun langsung check-in di Theme Park Hotel. Kita memilih hotel ini karena lokasinya yang paling dekat ke pintu masuk Taman Tema Luar (Outdoor Theme Park) di Genting. Hotelnya lumayan bagus, tidak mewah tapi cukup nyaman untuk diinapi keluarga. Tidak ada AC, hanya ada baling-baling bambu (jadi inget Doraemon, hahaha) karena memang udara disana yang dingin.

Setelah beristirahat sebentar, hari pertama di Genting itu kita manfaatkan untuk menjelajahi resort terpadu (integrated resort) Genting yang luas itu. Tujuan utama kita untuk hari itu adalah First World Plaza, sebuah shopping mall besar dengan banyak restoran dan atraksi-atraksi di indoor theme park-nya. Setelah makan sore (siang menjelang malam) di KFC yang ada disana, anak-anak (dan juga para orang tuanya) asyik dengan berbagai macam permainan disana, seperti kincir angin, perahu gondola ala Venice, Rio Float dan beberapa atraksi lainnya. Bagaimanapun, atraksi favorit anak-anak adalah mobil senggol-nya. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Jika pada hari Minggu itu, kita lebih banyak menjelajahi indoor theme park-nya, maka pada hari berikutnya, Senin, 4 September 2006, tujuan utama kita adalah Outdoor Theme Park, yang pintu masuknya pas banget terletak di samping hotel yang kita inapi. Sebelumnya, kita sarapan dulu di hotel. Sarapannya lumayan enak, walaupun jumlah meja yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah tamu, yang ternyata cukup banyak juga. Kebanyakan para tamu kelihatannya datang dari Singapura, memanfaatkan liburan sekolah anak-anak di Singapura pada minggu itu.

Setelah sarapan, kita pun membeli tiket masuk ke outdoor theme park dan mulai menjelajahi semua atraksinya. Dimulai dari carousel, dilanjutkan dengan Tea Cup, Astro Fighter, Flying Jumbo, kincir angin Matahari dan tentu saja, mobil senggol. Kita juga cukup lama mengantri untuk atraksi Dinosaurland, mengingat perahu yang terbatas, eh ternyata atraksinya begitu-begitu aja. Ngga worth untuk antri, dan kita malah lebih prefer jalan-jalan di bukit Dinosaurland-nya, untuk berfoto dengan banyak karakter dinosaurus disana. Kita juga foto-foto di jembatan gantung disana, bahkan ada pesawat nyungsep! :)

Setelah itu, Inka kemudian menemukan atraksi yang ternyata menjadi favoritnya dia: Spinner. Kita pun naik monorail yang berjalan cukup lambat mengelilingi outdoor theme park, dan jalur monorail itu juga masuk ke First World Plaza sebelum akhirnya kembali ke outdoor theme park. Mengingat hari sudah siang menjelang sore, kita pun akhirnya membeli makan siang di restoran Marrybrown dan membawanya ke kamar hotel untuk disantap.

Sore harinya, saya dan Irza membawa Aki dan Ene untuk mencoba Genting Skyway, kereta gantung (cable car) yang mirip dengan kereta gantung di Sentosa atau Taman Mini, bedanya kereta gantung ini menuruni (atau menaiki, kalau dari arah sebaliknya) gunung. Di sisi puncak Genting Highlands, stasiun kereta gantung ini terletak di gedung Highlands Hotel, dan kabut yang menyelimuti membuat kita tidak bisa melihat apa-apa setelah kereta gantung keluar dari stasiun, membelah kabut. Baru setelah agak turun ke bawah, kabut mulai menghilang dan kita bisa melihat pemandangan gunung-gunung hijau dengan jurang-jurangnya di bawah. Pemandangan yang bagus sekali!

Kereta gantung itu akan berakhir di stasiun Lower Skyway Station yang terletak di daerah Gohtong Jaya. Skyway Station ini adalah tempat dimana bus-bus pariwisata parkir, dan para penumpangnya biasanya melanjutkan perjalanan ke Genting Highlands dengan menggunakan kereta gantung itu. Bus express Genting dari pusat kota KL juga terminalnya ada disini. Di dalam gedung ini, juga ada toko besar yang menjual oleh-oleh. Kita menyempatkan diri belanja oleh-oleh sebentar disana sebelum kembali lagi naik kereta gantung ke puncak Genting Highlands.

Sore harinya, Irza menemani Aki, Ene dan keluarga Uncle Arief pergi ke Snow World di First World Plaza. Snow World ini mirip dengan Snow City yang ada di Singapura, tempat bermain salju indoor yang dilengkapi dengan seluncuran untuk orang-orang meluncur dengan ban dari atas bukit ke bawah. Saya dan Inka mencoba 4D MotionMaster Theatre, bioskop empat dimensi dengan tempat duduk yang bergerak-gerak mengikuti adegan di layar. Setelah puas bermain disana, kita pun makan malam di food court yang terletak di lantai dasar First World Plaza sebelum akhirnya pulang ke hotel. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Keesokan harinya, Selasa, 5 September 2006, adalah waktunya kita meninggalkan Genting. Setelah sarapan di hotel, kita pun check-out dari hotel dan meninggalkan Genting sekitar jam 9:30am pagi. Tujuan pertama kita adalah bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), mengingat Aki, Uncle Arief, Aunty Via, Alif dan Kayla akan pulang langsung ke Jakarta dari KL, sementara Ene akan tetap mengikuti kita pulang ke Singapura.

Dari Genting Highlands, kita menuruni jalan bypass baru (bernama Chin Swee Bypass) yang lumayan berkelok-kelok sebelum akhirnya bergabung lagi dengan Karak Expressway. Untuk ke KLIA, kita mengambil rute yang sama seperti kita berangkat, jadi keluar dari Karak Expressway kita belok kiri menyusuri jalan Ulu Kelang dan Middle Ring Road 2 lewat Ampang dan Cheras, terus masuk ke North South Expressway (NSE) lewat Sungai Besi. Kita keluar NSE di persimpangan Nilai Utara, dan terus ke arah KLIA. Perjalanan dari Genting ke KLIA memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Pesawat AirAsia yang akan digunakan untuk ke Jakarta, berangkat dari terminal Low Cost Carrier (LCCT) yang baru. Jadi kita tidak pergi ke terminal utama KLIA. Terminal LCCT ini lumayan jauh kalau dibandingkan terminal utama, jalannya lebih memutar, dekat sirkit balap mobil F1 di Sepang. Terminalnya pun biasa saja, tidak megah seperti terminal utama KLIA. Setelah mengantar rombongan Jakarta untuk check-in, kita pun melanjutkan perjalanan ke Singapura.

Sekitar jam 2 siang, kita mampir ke restoran jejantas (jembatan) Ayer Keroh, yang terletak tidak jauh dari Melaka. Disana, saya dan Inka makan siang di KFC, sedangkan Ene, Mama dan Irza makan siang di A&W. Kedua restoran tersebut terletak di atas bangunan jembatan yang membentang di atas jalan tol, mirip seperti jembatan penghubung antar shopping mall di Glodok atau Mangga Dua. Setelah selesai makan siang, kita melanjutkan perjalanan terus ke arah Johor Bahru.

Kita sampai kota Johor Bahru sekitar jam 5 sore. Setelah mengisi bensin di daerah Kempas, kita melanjutkan perjalanan ke Jusco Tebrau City, shopping mall terbaru di Johor Bahru. Mol baru ini terletak di Tebrau Highway, jalan utama dari Johor Bahru ke arah Kota Tinggi. Kalau dari arah kota Johor Bahru, mol ini terletak di sebelah kiri jalan, setelah proyek pembangunan persimpangan Tebrau Highway dengan Pasir Gudang Highway. Mol ini cukup besar, dan terkesan mewah. Anchor tenant-nya adalah Jusco Department Store, dan mol ini juga memiliki banyak toko dan restoran lainnya, termasuk Bread Talk, yang halal di Malaysia.

Di lantai atasnya Jusco Department Store, juga ada tempat bermain anak-anak, jadi sambil menunggu Mama dan Ene belanja, saya membawa anak-anak untuk bermain-main disana. Setelah selesai belanja, kita makan malam di food court yang terletak satu lantai dengan tempat bermain anak-anak. Setelah selesai makan, kita menyempatkan diri belanja di supermarket yang ada di lantai dasar, sebelum pulang kembali ke Singapura.

Dari Johor Bahru, lebih dekat pulang ke Singapura melalui Causeway dibandingkan melalui Second Link yang harus jauh memutar ke Gelang Patah. Sayangnya, antrian di Causeway pada saat itu panjang sekali, kita membutuhkan waktu hampir satu jam untuk sampai ke gerbang imigrasi Malaysia. Kalau mau memutar ke Second Link juga lumayan jauh, jadi akhirnya kita bersabar saja mengikuti antrian. Anehnya, justru di gerbang Singapura malah lebih lancar, padahal biasanya kebalik, justru di Singapura yang lebih padat karena lebih ketatnya pemeriksaan. Kita pun sampai kembali ke rumah di Singapura sekitar jam 10 malam. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Pikir-pikir, bener juga kata Haze, padat juga ya acara reuni keluarganya... :D :D

Thursday, September 21, 2006

Tamu Istimewa dari Jakarta

Pada hari Jum'at, 1 September 2006, kita kedatangan tamu istimewa dari Jakarta: Aki dan Ene (orang tua saya), adik saya Arief dan istrinya Via, serta dua anak mereka yang lucu-lucu, Alif dan Kayla. Pada hari itu, saya sengaja ambil cuti setengah hari sore-nya supaya bisa menjemput mereka di pelabuhan Harbourfront, Singapura. Mereka memang naik pesawat Indonesia AirAsia dari Jakarta ke Batam, kemudian menyeberang ke Singapura dengan menggunakan ferry Penguin. Alhamdulillah, kedatangan mereka bisa sedikit banyak mengurangi rasa duka saya dan istri setelah kehilangan salah seorang teman kami di pagi harinya.

Inka dan Irza senang sekali bertemu dengan Aki dan Ene, dan terutama dengan Alif dan Kayla, tentu saja, mengingat mereka bisa terus bermain dengan kedua sepupu mereka itu. Acara sore hari itu adalah berenang di kolam renang dan bermain di taman bermain (playground) dekat kolam renang. Setelah selesai berenang, kita pun makan malam dengan membakar sate di salah satu barbeque pit dekat kolam renang. Alhamdulillah, semua memuji kalau sate-nya enak. Tentu saja, karena istri saya telah mendapatkan kiat dan resep sate yang enak dari chef sate Indonesia yang paling terkenal di Singapura. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Keesokan harinya, Sabtu, 2 September 2006, adalah waktunya untuk jalan-jalan. Ene, Aki, Aunty Via dan istri ingin belanja ke Mustafa Centre, Little India, sehingga kita akhirnya men-drop mereka disana, sementara saya dan Uncle Arief membawa anak-anak ke Bugis Junction di Bugis, tidak jauh dari Little India. Seperti biasa, tujuan anak-anak adalah tempat permainan Whimsy di lantai tiga Seiyu.

Setelah selesai bermain, kita janjian ketemu sama Ene, Aki, Aunty Via dan istri di Banquet Halal Food Court di lantai dasar Raffles Hospital, sehingga kita pun jalan kaki kesana. Setelah selesai makan siang, kita kembali ke Bugis Junction dan sambil menunggu Ene selesai berbelanja, saya dan Irza menemani Uncle Arief, Aunty Via, Alif dan Kayla naik kereta api bawah tanah (MRT) dari Bugis ke Kallang, dan kembali lagi ke Bugis. :) Itu adalah pertama kalinya Alif dan Kayla naik MRT di Singapura. :) Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Dari Bugis, kita terus ke Sentosa. Tujuan pertama kita adalah Merlion. Setelah membayar tiket masuk, kita masuk ke dalam bagian bawah patung raksasa tersebut, dan duduk di sebuah indoor mini-amphiteatre dengan sebuah layar yang menyuguhkan sejarah Singapura dan sejarah pemilihan karakter Merlion (setengah singa dan setengah ikan) sebagai maskot nasional Singapura. Setiap orang juga diberikan sebuah koin yang bisa kita masukkan ke beberapa guci "berkepala" yang ada disana, dan kita akan mendapatkan kupon suvenir yang bisa kita tukarkan di toko suvenir yang ada disana.

Kemudian, kita naik lift ke lantai atas. Ada dua viewing gallery, di atas kepala Merlion dan di mulutnya Merlion. Dari lift, kalau mau ke atas kepala, naik tangga yang keatas, sedangkan kalau mau ke mulutnya, turun tangga yang ke bawah. Setelah asyik berfoto-foto di atas kepala Merlion, yang ternyata panas terik, dan di mulut-nya Merlion, kita pun turun lagi ke bawah, naik lift yang sama. Keluar dari lift, kita akan masuk ke toko souvenir disana, yang menjual suvenir-suvenir khas Merlion, Sentosa dan Singapura, yang sayangnya cukup mahal. Kita pun hanya menukar kupon yang kita punya, dan kemudian kita beristirahat di kafe Delifrance yang ada di dekat pintu keluar toko suvenir tersebut.

Kita kemudian meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki ke Imbiah Lookout. Banyak tempat-tempat atraksi yang berada disini, dan atraksi pertama yang kita coba adalah Sentosa Luge. Dulu, kita bersama Aki dan Ene juga pernah mencoba atraksi ini, tapi untuk keluarga Uncle Arief, ini adalah pertama kalinya mereka menaiki Luge. Seru! Pulangnya, kita naik Skyride (dulu namanya Chairlift) untuk kembali ke bukit Imbiah Lookout.

Disana, anak-anak sempat main air di kolam air mancur dekat restoran Sarpino's Pizzeria dan Subway. Irza juga menemani Uncle Arief, Aunty Via, Alif dan Kayla naik cable car menyeberang ke Mount Faber, dan kembali lagi ke Sentosa, sementara kita beristirahat di kafe Coffee Bean yang terletak pas di depan Cable Car Plaza. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Dari sana, kita melanjutkan perjalanan ke Palawan Beach. Dari Beach carpark, kita naik beach tram ke pantai Palawan. Pantai Palawan ini baru direnovasi, dan fasilitasnya lumayan lengkap sekarang, ada kolam air mancur, tempat bermain anak-anak dengan jaring yang bisa dipanjat, dan beberapa restoran dan food court. Juga ada sebuah amfiteater kecil yang menyajikan pertunjukan binatang dan burung setiap jam sekali.

Disana, anak-anak asyik bermain di pantai, bermain pasir dan berenang. Setelah asyik berenang dan bermain-main disana, kita kemudian makan malam di food court yang baru dibuka disana. Ada sebuah stall yang menyajikan masakan khas Indonesia seperti ayam bakar, dan lain-lain. Di sebelahnya, ada stall yang menyajikan masakan Western kesukaan anak-anak, seperti fish and chips dan nugget. Setelah makan malam, kita pun berjalan kaki kembali ke Beach carpark (karena sudah tidak ada tram lagi pas jam segitu) terus pulang ke rumah. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Keesokan harinya, Minggu, 3 September 2006, kita ramai-ramai berangkat ke Genting Highlands. Liputannya menyusul. :)

Thursday, September 07, 2006

Ulang Tahun Irza

Pada hari Sabtu, 26 Agustus 2006 yang lalu, saya dan istri menyelenggarakan perayaan ulang tahun Irza yang ke-5. Ulang tahunnya sendiri jatuh pada hari Selasa, 22 Agustus 2006, tapi supaya bisa mengundang banyak teman-temannya Irza, kita adakan perayaannya pada hari Sabtu pagi. Perayaannya diadakan di function room yang terletak di Club House yang ada di kompleks apartemen.

Teman-teman yang diundang adalah teman-teman sekolah Irza di PPIS, dan anak teman-teman istri saya di komunitas IndoSing-Mums. Teman-teman sekolah Irza yang datang diantaranya adalah Hanisah, Nurul Jannah, Syarifah dan Hidayat. Sementara teman-teman Indonesia yang datang diantaranya adalah Ilma dan Nadia, Hanan dan Haifa, Aily dan Algo, Marsya, Fadzil dan Naira, Fathir, Iffah, Abang Dzaky dan Alita, Akram dan Max. Aidan juga datang walaupun agak terlambat karena menunggu Tante Shinta-nya selesai bekerja dulu. Selain itu, guru Irza di PPIS, Teacher Hidayah dan Teacher Mas, juga menyempatkan diri untuk datang.

Tema dari pesta ulang tahun tersebut adalah Cars, film kartun bioskop produksi Disney yang baru diputar tahun ini. Kue ulang tahun bergambar mobil Cars juga dipesan dari Dapur Bunda dan baru diambil dari rumah almarhumah Tante Inong di Bukit Batok sehari sebelumnya (Catatan: itu adalah saat terakhir kalinya kami bertemu dengan almarhumah). Sayang sekali Zidan dan Syifa tidak bisa ikut datang ke acara ulang tahun tersebut.

Acara dimulai dengan pembacaan doa, bernyanyi lagu "Happy Birthday" dan "Selamat Ulang Tahun" bersama-sama, dan disusul dengan acara tiup lilin dan potong kue. Setelah itu, dilanjutkan acara permainan games untuk anak-anak, yang dipimpin oleh Tante Hany dan Tante Gita. Seru sekali. Beberapa games yang dimainkan diantaranya adalah lomba memakai kaus kaki, lomba eliminasi rebutan kursi (apa yah nama resmi lomba itu?) dan lomba membuat temannya menjadi mumi (mummy) dengan menggunakan kertas tissue gulung.

Untuk lebih jelasnya, foto-fotonya bisa dilihat disini, disini (terima kasih Om Judhi) dan disini (terima kasih Tante Hany). Sementara video-videonya bisa dilihat dibawah ini:

Part 1:



Part 2:



Atas nama Irza, saya dan istri mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang telah menyempatkan diri untuk datang ke acara ulang tahun tersebut.

Update on 19 September 2006, 18:50hrs:

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, Aidan datang ke acara ulang tahun Irza agak terlambat, karena harus menunggu Tante Shinta dan Om Wisnu-nya selesai bekerja dulu. Mereka datang pas teman-teman yang lain sudah pulang, sehingga pada akhirnya mereka jadi ikut-ikutan beres-beres dan pulang ke rumah. :)

Setelah Aidan main-main sebentar dengan Inka dan Irza di rumah, akhirnya Aidan pergi ke kolam renang dan berenang bersama Tante Shinta. Inka dan Irza menyusul beberapa lama kemudian. Mereka asyik berenang, sementara Om Wisnu memilih untuk tiduran siang sebentar di pinggir kolam. :)

Setelah selesai berenang, kita semua kembali ke rumah dan setelah mandi, Aidan asyik bermain di rumah bersama Inka dan Irza, sebelum akhirnya Aidan, Tante Shinta dan Om Wisnu pamit untuk pulang ke rumah. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Sering-sering main ke rumah lagi, ya, Aidan... :)

Friday, September 01, 2006

Selamat Jalan, Inong...

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun...

Baru saja dapat kabar dari Mbak Hany, bahwa Inong sudah berpulang ke Rahmatullah. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan semoga Haris, Zidan, Syifa dan semua keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan iman.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat disini.

Update - 10:45hrs SGT / 09:45hrs WIB:

Tadi pagi saya menyempatkan diri datang ke NUH untuk menyampaikan ucapan turut berduka cita. Sampai ke ward 26, alhamdulillah bisa ketemu Haris, dan bisa ikut mengantar jenazah dari ward 26 ke mortuary, terus dinaikkan ke mobil jenazah untuk kemudian dibawa ke daerah Kallang untuk disemayamkan disana. Disana saya juga bertemu Duddy/Ellen/Iffah dan Tonny/istri.

Saya sampai di ward 26 sekitar jam 09:30am SGT, dan menurut Haris, jenazah-nya sedang dibersihkan untuk siap dibawa ke tempat persemayaman sementara di daerah Kallang. Sekitar jam 10:00am, jenazah Inong dikeluarkan dari ward 26 dan dibawa ke mortuary (kamar jenazah). Di mortuary, jenazah Inong dimasukkan ke dalam keranda Muslim untuk kemudian diangkat ke mobil jenazah yang akan membawanya ke tempat persemayaman sementara di daerah Kallang. Saya tidak bisa ikut mengantar jenazah ke Kallang karena harus segera kembali ke kantor.

Pada saat saya menulis berita ini, seharusnya jenazah sudah berada di sana. Berikut alamatnya:

89 Geylang Bahru
Kallang Industrial Estate
Singapore 339697

Bagi rekan-rekan di Singapura yang ingin melayat, bisa ke alamat diatas. Jenazah akan disemayamkan disana untuk dimandikan, dikafani dan disholatkan sebelum nanti siang dibawa ke bandara Changi untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat GA829 yang akan lepas landas dari Changi sekitar jam 3 sore waktu Singapura.

Dua petugas membawa jenazah Inong dari ward 26 ke mortuary:



Duddy dan Haris:



Jenazah Inong dimasukkan ke dalam lift untuk kemudian dibawa ke kamar jenazah di lantai basement:



Kamar jenazah NUH:



Mobil jenazah yang membawa jenazah Inong ke Kallang:



Haris meminta saya untuk meneruskan pesan ini ke semua rekan-rekan: mohon Inong dimaafkan segala kesalahannya yang mungkin pernah beliau perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja, dan jika ada hutang dari Inong yang belum dilunasi, sekecil apapun, tolong untuk mengabari Haris supaya bisa dilunasi.

Update - 2 September 2006, 00:30hrs SGT / 23:30hrs WIB:

Berikut adalah liputan dari Mbak Susan mengenai suasana di Kallang, tempat jenazah Inong disemayamkan dan disholatkan sebelum dibawa ke bandara Changi.

Jenazah Inong sudah diterbangkan ke Jakarta dan menurut kabar terakhir, jenazah beliau sudah dimakamkan di sebuah TPU dekat rumah duka di Buaran.

Update - 3 September 2006, 01:31hrs SGT / 00:31hrs WIB:

Liputan dari Mbak Hany mengenai pengurusan jenazah Inong di Kallang dan suasana di Changi bisa dilihat disini.

Update - 6 September 2006, 12:46hrs SGT / 11:45hrs WIB:

Liputan dari Mbak Eny yang ikut melayat ke rumah duka di Buaran, Jakarta, bisa dilihat disini.

Update - 16:58hrs SGT / 15:58hrs WIB:

Liputan dari Mbak Fie di rumah duka Buaran bisa dilihat disini, dan di pemakaman bisa dilihat disini.

Update - 9 September 2006, 08:10hrs SGT / 07:10hrs WIB:

Update terakhir mengenai Zidan dan Syifa bisa dilihat disini, terima kasih kepada Mbak Retma.

Update - 12 September 2006, 21:13hrs SGT / 20:13hrs WIB:

Haris, Zidan dan Syifa sudah kembali ke Singapura kemarin. Malamnya, Ellen dan Duddy sempat mampir ke rumah mereka, liputannya bisa dilihat disini.

Haris sempat mengirimkan e-mail ucapan terima kasih ke milis Indo-Sing, dan saya menyempatkan diri untuk mengirim e-mail ke beliau untuk menanyakan kabar terakhir beliau sekeluarga.

Alhamdulillah mereka semua sehat wal'afiat. Menurut Haris, short term planning beliau ingin Zidan menyelesaikan K2 (Kindergarten Two, atau TK nol besar) di PPIS dulu (satu sekolah dengan Irza, hanya beda kelas) sampai akhir tahun ini, sambil beliau mengamati perkembangan untuk nanti memutuskan apakah Zidan dan Syifa kembali ke Jakarta atau tetap tinggal di Singapura.

Untuk sementara ini, Ibu Mertua dan Ibu beliau berada di Singapura untuk menemani Zidan dan Syifa.

Update - 14 September 2006, 03:23am SGT / 02:23am WIB:

Liputan dari Mbak Lily, beserta foto-fotonya, sewaktu beliau ikut melayat ke Kallang waktu beliau di Singapura bisa dilihat disini.

Liputan dari Mbak Anne, beserta foto-fotonya, sewaktu beliau mengunjungi Haris, Zidan dan Syifa sewaktu masih di Jakarta minggu lalu bisa dilihat disini.