Wednesday, June 28, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung – 3 (Tamat)

(Sambungan dari part 2)

Hari Jum’at, tanggal 9 Juni 2006, pagi-pagi saya bersama Irza mengantar istri pergi ke rumah sepupu istri saya di daerah Blok S, Kebayoran Baru, karena istri sudah ada janji sama sepupunya itu untuk pergi (lagi) ke Mangga Dua. Mengingat rumahnya yang dekat tempat makanan di Blok S, mau ngga mau ya nyempetin early lunch disana, sate ayam dan lontong. :) Setelah itu saya mengantar adik ipar saya ke kantornya di Plaza Bapindo, Sudirman, sebelum kemudian bersama Irza pergi ke BCA KCU Fatmawati, untuk mengurus penggantian KeyBCA saya yang sempat tertunda sebelumnya.

Sore-nya, saya mengajak Inka dan Irza ke Depok untuk berkunjung ke sebuah shopping mall baru di daerah Margonda, Margo City. Margo City ini terletak tepat di seberang Depok Town Square (Detos) yang pernah saya kunjungi sebelumnya pada bulan Maret 2006. Pada waktu itu, Margo City masih belum dibuka dan masih dalam tahap akhir pembangunan.

Karena masih baru, tentu saja mall ini masih kosong. Yang terlihat rame adalah, tentu saja, toko donut J.Co yang masih saja selalu berhasil membuat orang mengantri panjang demi membeli donut-nya yang (katanya) enak itu. Kita tidak terlalu banyak keliling mengingat kondisi mall yang masih banyak kosong, dan langsung menuju lantai atas, dimana (lagi-lagi) Inka dan Irza langsung menyerbu Timezone yang ada disana.

Kita akhirnya kemudian “menyeberang” ke Depok Town Square (Detos), dan makan malam di restoran Popeye di lantai dasar. Inka memilih ayam goreng, sementara Irza memilih chicken strips. Foto-foto Inka dan Irza di restoran Popeye Detos bisa dilihat disini.

Hari Sabtu, 10 Juni 2006 siang, kita pergi ke Cilandak Town Square (Citos), ya ya ya, lagi-lagi ke mall. Soalnya memang bingung kalau mau jalan-jalan ke Jakarta itu mau ke mana, akhirnya ya ke mall lagi, ke mall lagi. :) Saya mah udah bosen banget jalan-jalan ke mall mulu, tapi yah mau gimana lagi, tempat jalan-jalan yang enak untuk keluarga ya shopping mall. Taman-taman sudah semakin langka ditemukan di Jakarta.

Di Citos, kita berbelanja di Matahari, dan juga, seperti biasa, menemani Inka dan Irza main di Timezone (lagi). Sebelum pulang, kita sempet mampir ke Kafe Pisa di lantai atas Citos untuk menikmati es krim. Kita juga sempet mampir ke toko Valu$ di lantai basement (dekat tempat parkir), mengingat istri yang ingin "berburu" barang-barang murah disana. Foto-foto di Kafe Pisa bisa dilihat disini.

Hari Minggu pagi, 11 Juni 2006, seluruh keluarga sibuk menghadiri acara aqiqah-nya Adyarafa Almefty Priguna a.k.a. Rafa, keponakan yang baru lahir bulan lalu. Rafa adalah putra pertama dari adik saya, Firman dan istrinya, Ria. Acara tersebut dilangsungkan di rumah adik saya di Puri Cinere, Depok. Acaranya termasuk pengajian, dan gunting rambut sang bayi. Foto-foto selama acara tersebut bisa dilihat disini.

Minggu malam-nya, kita semua pergi ke restoran Bakmi Japos di Pangkalan Jati, Cinere, untuk merayakan acara ulang tahun Nenek (ibu mertua saya). Restoran ini tepat di sebelahnya padang golf Pangkalan Jati. Keunggulan dari restoran ini adalah ambience-nya, dimana sebagian tempat duduknya menghadap ke taman dan kolam, dan diiringi live music setiap malamnya. Juga ada tempat bermain kecil untuk anak-anak. Kalau makanannya sih yah bisa dibilang biasa-biasa aja, tidak terlalu istimewa. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Hari Senin, 12 Juni 2006, saya pulang ke Singapura sementara istri dan anak-anak masih di Jakarta. Mereka baru pulang ke Singapura hari Minggu depannya, tanggal 18 Juni 2006. Anak-anak ternyata masih sempat menikmati jalan-jalan di Jakarta selama seminggu itu. Inka malah sempet dibawa Aki dan Ene-nya ke Bandung dan jalan-jalan ke Rumah Strawberry di Cihanjuang. Sayang tidak ada foto-fotonya. :)

(Tamat)

Wednesday, June 21, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung – 2

(Sambungan dari Part 1)

Pagi-pagi di hari Rabu, 7 Juni 2006, kita sekeluarga beserta ibu, ibu mertua dan adik ipar pergi ke Bandung. Kita berangkat dari rumah di Cinere sekitar jam 9 pagi, menjemput ibu mertua dan adik ipar di Gandul, Cinere sekitar jam 9:30 pagi, dan sampai di Bandung sekitar jam 12 siang, melewati tol Cipularang. Irza sangat terkesan dengan jembatan-jembatan kereta api yang terlihat dari tol Cipularang. Kayaknya tidak kalah deh dengan jembatan kereta api Kwai di Thailand. :P Sayang kita tidak berani untuk berhenti untuk membuat foto-fotonya. :)

Sampai di rumah orang tua di Cimindi, Bandung, kita menyempatkan makan siang sebelum pergi ke outlet di Jalan Riau. Kita memarkir mobil di outlet Heritage, dan sementara istri, ibu mertua dan adik ipar berkeliling outlet yang berjejer di sepanjang jalan itu, saya dan anak-anak memilih pergi ke Happy Days, tempat bermain anak-anak yang terletak di lantai tiga sebuah outlet yang tepat di sampingnya Heritage (duh saya ndak inget nama outlet-nya). Disitu anak-anak senang main di kolam bola dan ada mini-gym dengan luncurannya. Kita bisa meninggalkan anak-anak disitu biar kita bisa santai berbelanja, karena ada beberapa staff yang bertugas untuk menjaga anak-anak tersebut sementara orang tuanya berbelanja. Disitu juga kita bisa mendaftar hotspots (Wi-Fi) gratis dari MelsaNet. Saya udah coba daftar, tapi pas saya mau coba connect pake PDA saya, ternyata ndak bisa. :( Ndak tau kenapa, mungkin PDA saya ndak compatible sama wireless access point-nya.

Setelah para avid shoppers itu selesai berbelanja, kita terus ke hotel untuk check-in. Kita menginap di Aston Hotel and Residence, sebuah hotel baru yang berlokasi di pusat perbelanjaan Braga Citywalk. Hotelnya masih baru, desain lobby-nya juga bagus, walaupun istri agak kurang suka dengan seragam para staff hotel-nya yang serba hitam. Sayangnya, karena masih baru, pusat perbelanjaannya juga masih sepi, banyak unit yang kosong. Yang buka cuma tempat main (amusement centre) dan food courtnya yang juga masih sepi di lantai dua, selain beberapa unit yang udah buka di lantai dasar dan lantai satu. Oh iya, juga ada biskop Braga 21 baru, yang juga sangat sepi. Apa karena kita datangnya pas hari kerja kali ya. :) Foto-foto di Braga CityWalk dan Aston Hotel and Residence bisa dilihat disini.

Sore harinya, saya mengantar para avid shoppers ke outlet di sepanjang Jl. Ir. H. Juanda (Dago), Bandung, deket Rumah Sakit Borromeus. Lumayan ada beberapa outlet disana, seperti “Grande” dan “Jetset”. Sambil menunggu mereka belanja, saya membawa anak-anak ke KFC Dago, masih di jalan yang sama tapi agak ke bawah dikit, untuk makan malam. Setelah para avid shoppers selesai belanja, kita pulang ke hotel setelah sebelumnya mampir ke restoran Bumbu Desa di Jl. Pasirkaliki untuk membeli makan malam untuk dimakan di hotel.

Besoknya, 8 Juni 2006, pagi-pagi saya dan anak-anak menunggu di depan trotoar Jalan Braga, nunggu dijemput Aki (Bapak saya) yang akan mengantar kita ke pusat brownies Amanda di Jl. Rancabolang, untuk membeli pesanan brownies kukus Amanda yang terkenal itu. Walah, ternyata lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Rancabolang itu terletak di daerah jalan Bypass Soekarno Hatta sebelah timur, daerah Buah Batu sana.

Setelah kembali ke hotel, kita kemudian check-out dan langsung keluar jalan-jalan lagi. Setelah mampir sebentar ke Heritage Jl. Riau untuk menukar baju yang dibeli adik ipar, kita kemudian pergi ke Rumah Mode di Jl. Setiabudi, ujung atas-nya Jl. Cipaganti. Disana para avid shoppers kembali berbelanja, walaupun tidak berhasil membeli apapun mengingat harganya yang sedikit lebih mahal dibandingkan outlet-outlet lainnya.

Sepulangnya dari Rumah Mode, kita pulang ke arah pusat kota melewati Jalan Cihampelas yang terkenal dengan toko-toko jeans-nya itu, dan kemudian mampir ke Cihampelas Walk (CiWalk). Seperti biasa, anak-anak langsung menyerbu arena permainan Timezone disana, sementara para avid shoppers seperti biasa jalan-jalan di seputar mall. Tidak lupa kita juga membeli donut J.Co yang terkenal itu, yang kebetulan punya kaunter di CiWalk. Untungnya kaunter J.Co yang di CiWalk tidak se-antri kaunter-kaunter J.Co lain, terutama di Jakarta. Donat-donat ini tidak dimakan di tempat tapi dimakan sore/malem-nya setelah sampai kembali ke Jakarta, makaya foto yang di kiri atas itu kelihatan donat-donatnya udah pada "layu", karena ditaro di dalam mobil selama perjalanan Bandung-Jakarta. :)

Setelah puas jalan-jalan di CiWalk, kita kemudian menuju Jalan Pasirkaliki. Tujuan kita adalah restoran Bumbu Desa tempat kita sehari sebelumnya membeli makan malam untuk dimakan di hotel. Hampir semuanya, termasuk ibu mertua saya, suka dengan masakan khas Sunda restoran Bumbu Desa yang memang enak, sehingga kita memutuskan untuk pergi kesana untuk makan siang. Restoran ini terletak di Jalan Pasirkaliki, kalau dari arah perempatan Pasteur, terus ke arah selatan (ke arah pusat kota / stasiun kereta api), nah nanti restoran Bumbu Desa ini ada di sebelah kiri, sebelum Istana Plaza yang ada di sebelah kanan.

Sebenarnya waktu itu sudah lebih dari jam 2 siang WIB (atau jam 3 waktu Singapura), jadi sebenarnya sudah cukup terlambat untuk makan siang. Tapi ini tidak mengganggu kenikmatan kita menyantap makanan lezat khas Sunda yang disiapkan, seperti ayam panggang, ayam goreng, pepes tahu, pepes oncom, kangkung, ikan banding duri lunak, dan yang tidak kalah penting: lalap dan sambal. Sambalnya saja ada dua atau tiga macam, dan semuanya enak. Belum lagi Teh Botol sebagai minuman, dan es cincau hijau sebagai dessert. Sedaaap! :)

Sistemnya disana itu kita tidak langsung duduk, tapi ngambil lauk-lauk mentahnya dulu dari tempat yang sudah disediakan. Setelah itu baru kita kasih lauknya ke petugas untuk digoreng/dibakar, terus kita pergi ke meja atau panggung tempat makan. Foto-foto di restoran Bumbu Desa, termasuk foto-foto makanannya -- you have been warned :) :) -- , bisa dilihat disini.

Setelah selesai makan, kita langsung menyusur Terusan Pasteur terus langsung masuk ke jalan tol Cipularang, kembali ke Jakarta.

(Bersambung ke Part 3)

Saturday, June 17, 2006

Liburan ke Jakarta dan Bandung - 1

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, awal bulan Juni ini saya dan keluarga “pulang kampung” ke Jakarta dan Bandung selama liburan sekolah anak-anak. Berikut adalah “laporan” acara kami selama liburan yang sebenarnya cukup panjang tapi terasa sangat singkat itu.

Istri dan anak-anak berangkat duluan pada hari Kamis, 1 Juni 2006, sedangkan saya menyusul pada hari Sabtu, 3 Juni 2006 pagi. Dari bandara Soekarno-Hatta, saya langsung dijemput keluarga dan orang tua dan langsung jalan-jalan ke Mangga Dua setelah mengalami pengalaman road rage yang mengesalkan itu. Foto-foto selama di Mangga Dua bisa dilihat disini.

Pagi-pagi besoknya, hari Minggu, 4 Juni 2006, saya bersama istri dan Irza pergi ke Mal Cinere, dan berbelanja di pasar swalayan Hero di lantai basement untuk keperluan penyetokan belanjaan khas Indonesia. Sore-nya, kita sekeluarga jalan-jalan ke Mal Pondok Indah (PIM), Jakarta Selatan. Disana, seperti biasa, anak-anak langsung pada main di Timezone, sementara istri dan orang tua pada shopping.

Oh iya, kita juga sempet makan malam di Bakmi Gajah Mada (atau lebih terkenal dengan sebutan Bakmi GM), restoran di lantai 2 PIM, di seberangnya bioskop 21. Seperti hal-nya Priyadi, keluarga kami adalah penggemar setia Bakmi GM, dan kelihatan sekali ini menurun ke anak-anak saya. Lihat saja Inka dan Irza yang dengan lahapnya menyantap Bakmi GM, yang memang tidak ada di Singapura itu. Foto-foto lainnya di Bakmi GM bisa dilihat disini.

Hari Senin, 5 Juni 2006, waktu saya habis tersita untuk pengurusan SIM di Polres Depok, bersama ibu saya. Namun, ternyata “pengorbanan” itu tidak sia-sia, untuk pertama kalinya saya berhasil mendapatkan SIM secara resmi dan “jujur” dan tidak dengan cara “nembak”. Sampai ikut ujian teori dan praktek juga, loh. :)

Besoknya, Selasa, 6 Juni 2006, dengan SIM sudah di tangan, saya pun menjadi lebih berani untuk “berleluasa” jalan-jalan keliling Jakarta. :) Pagi-pagi sekali saya dan istri ke BCA Cinere dekat rumah untuk meminta penggantian KeyBCA saya yang sudah tidak bisa dipakai karena sudah tidak sinkron lagi. Eh, ternyata cabang pembantu Cinere tidak bisa mengeluarkan KeyBCA instant, sehingga saya disarankan untuk pergi ke BCA kantor cabang utama Fatmawati. Mengingat keluarga merencanakan untuk pergi ke ITC Kuningan pada hari itu, akhirnya diputuskan untuk mengurus penggantian KeyBCA itu di BCA cabang Kuningan.

Menjelang siang, kita sekeluarga, termasuk orang tua saya dan keponakan-keponakan, pergi ke Kuningan. Kita mampir sebentar ke kantor Departemen Kesehatan di Kuningan untuk mengantar ibu saya yang ada keperluan kesana. Sambil menunggu ibu saya, saya berjalan ke gedung Bina Mulia di sebelah, ke cabang BCA disana untuk mengurus penggantian KeyBCA. Eh, taunya cabang BCA kantor cabang utama Kuningan itu sudah pindah ke Gedung Sentra Mulia sejak tahun 1999, sementara yang di Bina Mulia sudah “turun pangkat” jadi kantor cabang pembantu. Walah, Sentra Mulia kan lumayan jauh dari situ kalau harus jalan kaki. Akhirnya saya memutuskan untuk menunda pengurusan KeyBCA itu di lain hari.

Setelah ibu saya selesai dengan urusannya di Depkes, kita rame-rame pergi ke ITC Kuningan. Mengingat sudah waktunya makan siang, sesampainya disana, kita langsung pergi ke Mal Ambassador, tempat perbelanjaan yang terhubung di sebelah, untuk pergi ke food court di lantai empat. Seperti biasa, kita menikmati makanan khas Indonesia disana, seperti ayam kalasan dan soto betawi. Kapan lagi, mumpung di Jakarta. :)

Setelah makan siang, istri dan ibu saya langsung kembali ke ITC Kuningan untuk hunting barang-barang murah disana, sementara saya dan bapak saya, beserta anak-anak dan keponakan, memilih untuk jalan-jalan di Mal Ambassador, yang tidak se-crowded ITC Kuningan, dan membiarkan anak-anak asyik mandi bola dan main-main di playground disana. Foto-foto di Mal Ambassador bisa dilihat disini.

[English version]

(Bersambung ke Part 2)

Friday, June 16, 2006

Planet Singapura

Saya baru saja merilis (caela, emangnya artis :P) blog agregasi baru, yang saya beri nama Planet Singapura. Berbeda dengan Planet Indra yang hanya berisikan agregasi blog-blog saya, Planet Singapura ini berisikan blog-blog dari rekan-rekan blogger Indonesia yang bermukim di Singapura, termasuk saya. :) Yah, itung-itung saya membuat situs blog agregasi ini untuk didedikasikan kepada komunitas masyarakat Indonesia di Singapura *ehem ehem*. :) Dan itu tidak hanya terbatas kepada komunitas Indo-Sing aja loh, tapi untuk siapapun orang Indonesia (terutama blogger Indonesia) yang ada di Singapura. :)

Dalam kesempatan ini, saya baru memasukkan blog beberapa teman blogger Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura ke daftar sindikasi Planet Singapura, diantaranya Pak JaF, Teh Inong, Mbak Hany, Renatha, Teh Ellen, Dhona dan beberapa rekan blogger lainnya, termasuk blog komunitas Indo-Sing. Mohon maaf bagi yang blog-nya di-sindikasi tanpa seijin pemiliknya :) , dan juga mohon maaf bagi mereka yang blog-nya tidak sempat saya masukkan ke daftar sindikasi. :)

Bagi rekan-rekan lain (warga negara Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura) yang ingin blog-nya dimasukkan ke dalam daftar sindikasi Planet Singapura, silahkan kontak saya atau Anda juga bisa isi komentar di artikel ini. Dengan situs agregasi tersebut, sekarang lebih mudah untuk membaca seluruh artikel dari blog-blog rekan-rekan di Singapura dalam satu halaman. Yah, itung-itung untuk mempererat tali persahabatan (caela!) para blogger di Singapura. Yah, siapa tahu nanti mau juga bikin organisasi tidak resmi komunitas blogger Indonesia di Singapura? :)

Wednesday, June 14, 2006

Tuesday, June 13, 2006

3 Juni 2006: What A Day!

Walah, baru sehari di Jakarta, udah mengalami kejadian macem-macem. Saya bangun jam 5 pagi waktu Singapura (jam 4 pagi WIB) karena jam 6 pagi saya udah keluar dari apartemen untuk naik bus dilanjut MRT ke Changi airport. Naik bus 173 ke Clementi dan sampai Clementi sekitar jam setengah tujuh, dari sana dilanjut naik MRT all the way ke Changi airport, sampai Changi sekitar jam setengah delapan. Seperti yang saya bilang di postingan saya sebelumnya, kali ini saya naik Valuair ke Jakarta, memanfaatkan promosi harga tiket murah yang diberikan JetStarAsia. Atas permintaan dari Dian, saya udah menulis opini saya mengenai service Valuair disini.

Sampai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dijemput sama istri, anak-anak dan orang tua. Dari sana saya yang bawa mobil orang tua saya langsung ke Mangga Dua, nemenin istri dan orang tua yang mau belanja kesana. Keluar tol Ancol jalanan macet, ambil jalur kanan mau belok ke Gunung Sahari, tiba-tiba aja bagian mobil belakang diseruduk mobil belakang, sebuah mobil Ford SUV. Jelas saja bagian belakang Odyssey orang tua saya rusak berat, sementara mobilnya dia cuma lecet-lecet sedikit saja.

Eh, sudah jelas dia yang salah, malah dia yang marah-marah. Katanya saya yang nyerempet mobil dia, padahal udah jelas mobil dia yang nyeruduk. Saya memang ngambil jalur dia, tapi waktu itu masih ada jarak satu mobil diantara mobil dia dan mobil di depannya, sementara kita kan memang harus ngambil jalur paling kanan untuk belok kanan ke Jalan Gunung Sahari. Dia-nya yang tidak berhenti setelah kita ambil jalur kanan.

Ternyata yang nabrak mobil kami itu supir, sementara bos-nya asik duduk di dalam mobil. Cape-lah saya dan orang tua saya adu ngotot sama si supir, mana disitu ada polisi pula. Mengingat kedua-duanya sama-sama tidak mau ngalah, kita nuntut supaya kita saling mengganti kerusakan, dia ganti kerusakan mobil orang tua saya sementara kita ganti kerusakan mobil dia. Eh, dia ngeles bilang gaji dia sebagai supir tidak akan bisa mengganti kerusakan mobil orang tua saya. Sementara bos-nya dengan tenang duduk di dalam mobil dan tidak ikut berdiskusi. Saya baru aja mau bilang dia supaya minta bos-nya yang ganti, tapi ibu saya terlanjur bilang, ya sudah, kita ganti kerusakan sendiri-sendiri.

Belum lagi masalah polisi yang pengen ikut campur, minta SIM dan STNK dari kedua belah pihak. Saya sempet deg-degan mengingat saya pake SIM Singapura dan bukan SIM Indonesia (SIM Indonesia saya sudah expired pada waktu itu), tapi akhirnya tidak masalah setelah saya kasih lihat International Driving Permit (IDP) saya yang dikeluarkan oleh AAS (Automobile Association of Singapore).

Kita lalu terus ke ITC Mangga Dua, nemenin istri dan orang tua belanja di sana. Seperti yang sudah diduga, anak-anak tidak kerasan karena situasi tempat belanja yang penuh sesak itu, walaupun mereka tetep sabar menunggu kita belanja setelah disogok dibeliin mainan, tas dan setelan kaos dan celana bergambar Diego, tokoh kartun Spanyol yang temennya Dora the Explorer itu. :) Kita juga nyempetin makan siang di food court ITC di lantai 7 (lantai atas tempat parkir). Foto-foto di Mangga Dua (menggunakan kamera HP jadi kualitas gambar kurang baik) bisa dilihat disini.

Padahal saya baru aja nulis artikel mengenai kasus road rage di Jakarta, termasuk sedikit tips untuk menghindari road rage di Jakarta. Siapa yang nyangka saya sendiri akan mengalaminya segera setelah tiba di Jakarta? :(

What a day!

Friday, June 02, 2006

Bujangan sehari...

"Sunyi sepi sendiri... sejak kau tinggal pergi...."

Enggak ding! :) Yah, terasa sepi-nya cuma pas malem aja, pas pulang kantor. Maklum, biasa pulang kantor langsung disambut teriakan gembira anak-anak dan sambutan dari istri :), tadi malam pulang ke rumah walah terasa sepi banget. Kalau pas di kantor ya sibuk, jadi ngga terlalu terasa sepi-nya kalau siang.

Iyah, kemarin siang saya mengantar istri dan anak-anak ke Changi airport karena mereka akan berlibur selama dua minggu lebih ke Jakarta. Walah, saya ditinggal dong? :) Tidak juga, karena saya juga akan nyusul ke Jakarta besok (Sabtu, 3/6) dan refreshing lah semingguan disana, sebelum kembali ke rutinitas kesibukan di Singapura. Rencana saya akan pulang kembali ke Singapura hari Senin (12/6) sementara istri dan anak-anak akan menyusul kembali ke Singapura hari Minggu depannya (18/6).

Jadi, yaa.. not too bad lah. :) Sepi-nya paling terasa kemarin malam dan (mungkin) nanti malam, walaupun kemungkinan besar nanti malam pun tidak akan terlalu terasa sepi juga karena saya akan sibuk packing. Yang mungkin akan terasa sepi-nya itu mungkin nanti setelah saya pulang kembali ke Singapura tanggal 12, ada jeda beberapa hari sebelum istri dan anak-anak pulang tanggal 18.

Istri dan anak-anak, demikian juga saya besok, ke Jakarta naik Valuair, budget airline Singapura yang sekarang sudah diakuisisi sama JetStarAsia. Lho, kenapa ngga naik AirAsia lewat Batam seperti perjalanan kita terdahulu? Karena kebetulan JetStarAsia, eh, Valuair, lagi ada promosi harga murah untuk penerbangan ke Jakarta, jadi setelah dihitung-hitung dengan biaya tiket AirAsia dari Batam, tambah biaya ferry Singapore-Batam dan taksi di Batam, ternyata harganya tidak jauh beda, walaupun memang tetep lebih mahal sih dibandingkan lewat Batam. Tapi kan kita juga memikirkan waktu dan tenaga yang terpakai untuk lewat Batam, akhirnya kita putuskan untuk naik Valuair aja. Mumpung lagi promosi. :)

Tahun lalu kita pernah sekali naik Valuair ke Jakarta waktu budget airline itu masih belum diakuisisi oleh JetStarAsia. Pelayanannya lumayan bagus, dan yang saya ingat waktu itu semua pramugarinya pada nyanyi setelah pesawatnya mendarat di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. :) Ngga tau apakah "service tambahan" ini masih ada, kita lihat besok. :)

Oh iya, mengingat koneksi Internet saya di Indonesia terbatas, saya mungkin tidak akan bisa terlalu sering meng-update blog-blog saya, dan juga tidak akan bisa terlalu sering blogwalking. Istilahnya, "semi-hiatus" deh sampai saya kembali ke Singapura nanti tanggal 12 Juni.

Thursday, June 01, 2006

Al-Ameen Eating House

Al-Ameen Eating House adalah tempat makan yang terkenal di seputar Bukit Timah, tidak jauh dari tempat saya. Lokasinya tepat di seberang Beauty World Centre, tepatnya di jajaran tempat makan sepanjang Cheong Chin Nam Road, tidak jauh dari Al-Azhar, tempat makan lain favorit keluarga kami disitu.

Tempat makan ini buka 24 jam, dan semua makanan yang disediakan halal. Keunikan dari tempat makan ini adalah bermacam-macam variasi menu, mulai dari makanan laut (seafood), makanan Thai, makanan India seperti roti prata, naan, masala, aneka macam nasi goreng, semua dalam satu atap. Walaupun memang kadang-kadang, menu tertentu hanya ada pada jam tertentu dan tidak 24 jam. Pelayanannya juga ramah dan cepat, dengan kebanyakan pelayannya orang India yang, hebatnya, rata-rata ahli berbahasa Melayu.

Sekitar seminggu yang lalu, saya dan istri makan malam disana karena istri kangen dengan roti naan dan masala. Roti naan dan masala adalah dua "pasangan" masakan India yang saya dan (terutama) istri sukai (lihat foto kanan). Roti naan ini mirip dengan roti prata, tapi rasanya sedikit beda, dan seperti halnya roti prata, roti naan juga banyak pilihan rasanya, bisa plain, butter, onion/garlic ataupun cheese. Roti naan ini dimakan bersama masala, semacam rendang-nya India tapi bumbu-nya lebih banyak menggunakan rempah khas India, dan dagingnya bisa berupa daging kambing (mutton) atau ayam (chicken). Dulu kita pernah nyobain chicken masala dan chicken tikka masala, jadi minggu lalu kita coba mutton masala-nya. Dan ternyata, tidak kalah enaknya. :)

Kabar-kabari kalau ada yang mau kesana ya, kita tinggal jalan kesana buat gabung. Deket dari rumah, soalnya. :)

[English version]