Thursday, September 21, 2006

Tamu Istimewa dari Jakarta

Pada hari Jum'at, 1 September 2006, kita kedatangan tamu istimewa dari Jakarta: Aki dan Ene (orang tua saya), adik saya Arief dan istrinya Via, serta dua anak mereka yang lucu-lucu, Alif dan Kayla. Pada hari itu, saya sengaja ambil cuti setengah hari sore-nya supaya bisa menjemput mereka di pelabuhan Harbourfront, Singapura. Mereka memang naik pesawat Indonesia AirAsia dari Jakarta ke Batam, kemudian menyeberang ke Singapura dengan menggunakan ferry Penguin. Alhamdulillah, kedatangan mereka bisa sedikit banyak mengurangi rasa duka saya dan istri setelah kehilangan salah seorang teman kami di pagi harinya.

Inka dan Irza senang sekali bertemu dengan Aki dan Ene, dan terutama dengan Alif dan Kayla, tentu saja, mengingat mereka bisa terus bermain dengan kedua sepupu mereka itu. Acara sore hari itu adalah berenang di kolam renang dan bermain di taman bermain (playground) dekat kolam renang. Setelah selesai berenang, kita pun makan malam dengan membakar sate di salah satu barbeque pit dekat kolam renang. Alhamdulillah, semua memuji kalau sate-nya enak. Tentu saja, karena istri saya telah mendapatkan kiat dan resep sate yang enak dari chef sate Indonesia yang paling terkenal di Singapura. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Keesokan harinya, Sabtu, 2 September 2006, adalah waktunya untuk jalan-jalan. Ene, Aki, Aunty Via dan istri ingin belanja ke Mustafa Centre, Little India, sehingga kita akhirnya men-drop mereka disana, sementara saya dan Uncle Arief membawa anak-anak ke Bugis Junction di Bugis, tidak jauh dari Little India. Seperti biasa, tujuan anak-anak adalah tempat permainan Whimsy di lantai tiga Seiyu.

Setelah selesai bermain, kita janjian ketemu sama Ene, Aki, Aunty Via dan istri di Banquet Halal Food Court di lantai dasar Raffles Hospital, sehingga kita pun jalan kaki kesana. Setelah selesai makan siang, kita kembali ke Bugis Junction dan sambil menunggu Ene selesai berbelanja, saya dan Irza menemani Uncle Arief, Aunty Via, Alif dan Kayla naik kereta api bawah tanah (MRT) dari Bugis ke Kallang, dan kembali lagi ke Bugis. :) Itu adalah pertama kalinya Alif dan Kayla naik MRT di Singapura. :) Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Dari Bugis, kita terus ke Sentosa. Tujuan pertama kita adalah Merlion. Setelah membayar tiket masuk, kita masuk ke dalam bagian bawah patung raksasa tersebut, dan duduk di sebuah indoor mini-amphiteatre dengan sebuah layar yang menyuguhkan sejarah Singapura dan sejarah pemilihan karakter Merlion (setengah singa dan setengah ikan) sebagai maskot nasional Singapura. Setiap orang juga diberikan sebuah koin yang bisa kita masukkan ke beberapa guci "berkepala" yang ada disana, dan kita akan mendapatkan kupon suvenir yang bisa kita tukarkan di toko suvenir yang ada disana.

Kemudian, kita naik lift ke lantai atas. Ada dua viewing gallery, di atas kepala Merlion dan di mulutnya Merlion. Dari lift, kalau mau ke atas kepala, naik tangga yang keatas, sedangkan kalau mau ke mulutnya, turun tangga yang ke bawah. Setelah asyik berfoto-foto di atas kepala Merlion, yang ternyata panas terik, dan di mulut-nya Merlion, kita pun turun lagi ke bawah, naik lift yang sama. Keluar dari lift, kita akan masuk ke toko souvenir disana, yang menjual suvenir-suvenir khas Merlion, Sentosa dan Singapura, yang sayangnya cukup mahal. Kita pun hanya menukar kupon yang kita punya, dan kemudian kita beristirahat di kafe Delifrance yang ada di dekat pintu keluar toko suvenir tersebut.

Kita kemudian meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki ke Imbiah Lookout. Banyak tempat-tempat atraksi yang berada disini, dan atraksi pertama yang kita coba adalah Sentosa Luge. Dulu, kita bersama Aki dan Ene juga pernah mencoba atraksi ini, tapi untuk keluarga Uncle Arief, ini adalah pertama kalinya mereka menaiki Luge. Seru! Pulangnya, kita naik Skyride (dulu namanya Chairlift) untuk kembali ke bukit Imbiah Lookout.

Disana, anak-anak sempat main air di kolam air mancur dekat restoran Sarpino's Pizzeria dan Subway. Irza juga menemani Uncle Arief, Aunty Via, Alif dan Kayla naik cable car menyeberang ke Mount Faber, dan kembali lagi ke Sentosa, sementara kita beristirahat di kafe Coffee Bean yang terletak pas di depan Cable Car Plaza. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Dari sana, kita melanjutkan perjalanan ke Palawan Beach. Dari Beach carpark, kita naik beach tram ke pantai Palawan. Pantai Palawan ini baru direnovasi, dan fasilitasnya lumayan lengkap sekarang, ada kolam air mancur, tempat bermain anak-anak dengan jaring yang bisa dipanjat, dan beberapa restoran dan food court. Juga ada sebuah amfiteater kecil yang menyajikan pertunjukan binatang dan burung setiap jam sekali.

Disana, anak-anak asyik bermain di pantai, bermain pasir dan berenang. Setelah asyik berenang dan bermain-main disana, kita kemudian makan malam di food court yang baru dibuka disana. Ada sebuah stall yang menyajikan masakan khas Indonesia seperti ayam bakar, dan lain-lain. Di sebelahnya, ada stall yang menyajikan masakan Western kesukaan anak-anak, seperti fish and chips dan nugget. Setelah makan malam, kita pun berjalan kaki kembali ke Beach carpark (karena sudah tidak ada tram lagi pas jam segitu) terus pulang ke rumah. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Keesokan harinya, Minggu, 3 September 2006, kita ramai-ramai berangkat ke Genting Highlands. Liputannya menyusul. :)

Thursday, September 07, 2006

Ulang Tahun Irza

Pada hari Sabtu, 26 Agustus 2006 yang lalu, saya dan istri menyelenggarakan perayaan ulang tahun Irza yang ke-5. Ulang tahunnya sendiri jatuh pada hari Selasa, 22 Agustus 2006, tapi supaya bisa mengundang banyak teman-temannya Irza, kita adakan perayaannya pada hari Sabtu pagi. Perayaannya diadakan di function room yang terletak di Club House yang ada di kompleks apartemen.

Teman-teman yang diundang adalah teman-teman sekolah Irza di PPIS, dan anak teman-teman istri saya di komunitas IndoSing-Mums. Teman-teman sekolah Irza yang datang diantaranya adalah Hanisah, Nurul Jannah, Syarifah dan Hidayat. Sementara teman-teman Indonesia yang datang diantaranya adalah Ilma dan Nadia, Hanan dan Haifa, Aily dan Algo, Marsya, Fadzil dan Naira, Fathir, Iffah, Abang Dzaky dan Alita, Akram dan Max. Aidan juga datang walaupun agak terlambat karena menunggu Tante Shinta-nya selesai bekerja dulu. Selain itu, guru Irza di PPIS, Teacher Hidayah dan Teacher Mas, juga menyempatkan diri untuk datang.

Tema dari pesta ulang tahun tersebut adalah Cars, film kartun bioskop produksi Disney yang baru diputar tahun ini. Kue ulang tahun bergambar mobil Cars juga dipesan dari Dapur Bunda dan baru diambil dari rumah almarhumah Tante Inong di Bukit Batok sehari sebelumnya (Catatan: itu adalah saat terakhir kalinya kami bertemu dengan almarhumah). Sayang sekali Zidan dan Syifa tidak bisa ikut datang ke acara ulang tahun tersebut.

Acara dimulai dengan pembacaan doa, bernyanyi lagu "Happy Birthday" dan "Selamat Ulang Tahun" bersama-sama, dan disusul dengan acara tiup lilin dan potong kue. Setelah itu, dilanjutkan acara permainan games untuk anak-anak, yang dipimpin oleh Tante Hany dan Tante Gita. Seru sekali. Beberapa games yang dimainkan diantaranya adalah lomba memakai kaus kaki, lomba eliminasi rebutan kursi (apa yah nama resmi lomba itu?) dan lomba membuat temannya menjadi mumi (mummy) dengan menggunakan kertas tissue gulung.

Untuk lebih jelasnya, foto-fotonya bisa dilihat disini, disini (terima kasih Om Judhi) dan disini (terima kasih Tante Hany). Sementara video-videonya bisa dilihat dibawah ini:

Part 1:



Part 2:



Atas nama Irza, saya dan istri mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang telah menyempatkan diri untuk datang ke acara ulang tahun tersebut.

Update on 19 September 2006, 18:50hrs:

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, Aidan datang ke acara ulang tahun Irza agak terlambat, karena harus menunggu Tante Shinta dan Om Wisnu-nya selesai bekerja dulu. Mereka datang pas teman-teman yang lain sudah pulang, sehingga pada akhirnya mereka jadi ikut-ikutan beres-beres dan pulang ke rumah. :)

Setelah Aidan main-main sebentar dengan Inka dan Irza di rumah, akhirnya Aidan pergi ke kolam renang dan berenang bersama Tante Shinta. Inka dan Irza menyusul beberapa lama kemudian. Mereka asyik berenang, sementara Om Wisnu memilih untuk tiduran siang sebentar di pinggir kolam. :)

Setelah selesai berenang, kita semua kembali ke rumah dan setelah mandi, Aidan asyik bermain di rumah bersama Inka dan Irza, sebelum akhirnya Aidan, Tante Shinta dan Om Wisnu pamit untuk pulang ke rumah. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Sering-sering main ke rumah lagi, ya, Aidan... :)

Friday, September 01, 2006

Selamat Jalan, Inong...

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun...

Baru saja dapat kabar dari Mbak Hany, bahwa Inong sudah berpulang ke Rahmatullah. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan semoga Haris, Zidan, Syifa dan semua keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan iman.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat disini.

Update - 10:45hrs SGT / 09:45hrs WIB:

Tadi pagi saya menyempatkan diri datang ke NUH untuk menyampaikan ucapan turut berduka cita. Sampai ke ward 26, alhamdulillah bisa ketemu Haris, dan bisa ikut mengantar jenazah dari ward 26 ke mortuary, terus dinaikkan ke mobil jenazah untuk kemudian dibawa ke daerah Kallang untuk disemayamkan disana. Disana saya juga bertemu Duddy/Ellen/Iffah dan Tonny/istri.

Saya sampai di ward 26 sekitar jam 09:30am SGT, dan menurut Haris, jenazah-nya sedang dibersihkan untuk siap dibawa ke tempat persemayaman sementara di daerah Kallang. Sekitar jam 10:00am, jenazah Inong dikeluarkan dari ward 26 dan dibawa ke mortuary (kamar jenazah). Di mortuary, jenazah Inong dimasukkan ke dalam keranda Muslim untuk kemudian diangkat ke mobil jenazah yang akan membawanya ke tempat persemayaman sementara di daerah Kallang. Saya tidak bisa ikut mengantar jenazah ke Kallang karena harus segera kembali ke kantor.

Pada saat saya menulis berita ini, seharusnya jenazah sudah berada di sana. Berikut alamatnya:

89 Geylang Bahru
Kallang Industrial Estate
Singapore 339697

Bagi rekan-rekan di Singapura yang ingin melayat, bisa ke alamat diatas. Jenazah akan disemayamkan disana untuk dimandikan, dikafani dan disholatkan sebelum nanti siang dibawa ke bandara Changi untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat GA829 yang akan lepas landas dari Changi sekitar jam 3 sore waktu Singapura.

Dua petugas membawa jenazah Inong dari ward 26 ke mortuary:



Duddy dan Haris:



Jenazah Inong dimasukkan ke dalam lift untuk kemudian dibawa ke kamar jenazah di lantai basement:



Kamar jenazah NUH:



Mobil jenazah yang membawa jenazah Inong ke Kallang:



Haris meminta saya untuk meneruskan pesan ini ke semua rekan-rekan: mohon Inong dimaafkan segala kesalahannya yang mungkin pernah beliau perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja, dan jika ada hutang dari Inong yang belum dilunasi, sekecil apapun, tolong untuk mengabari Haris supaya bisa dilunasi.

Update - 2 September 2006, 00:30hrs SGT / 23:30hrs WIB:

Berikut adalah liputan dari Mbak Susan mengenai suasana di Kallang, tempat jenazah Inong disemayamkan dan disholatkan sebelum dibawa ke bandara Changi.

Jenazah Inong sudah diterbangkan ke Jakarta dan menurut kabar terakhir, jenazah beliau sudah dimakamkan di sebuah TPU dekat rumah duka di Buaran.

Update - 3 September 2006, 01:31hrs SGT / 00:31hrs WIB:

Liputan dari Mbak Hany mengenai pengurusan jenazah Inong di Kallang dan suasana di Changi bisa dilihat disini.

Update - 6 September 2006, 12:46hrs SGT / 11:45hrs WIB:

Liputan dari Mbak Eny yang ikut melayat ke rumah duka di Buaran, Jakarta, bisa dilihat disini.

Update - 16:58hrs SGT / 15:58hrs WIB:

Liputan dari Mbak Fie di rumah duka Buaran bisa dilihat disini, dan di pemakaman bisa dilihat disini.

Update - 9 September 2006, 08:10hrs SGT / 07:10hrs WIB:

Update terakhir mengenai Zidan dan Syifa bisa dilihat disini, terima kasih kepada Mbak Retma.

Update - 12 September 2006, 21:13hrs SGT / 20:13hrs WIB:

Haris, Zidan dan Syifa sudah kembali ke Singapura kemarin. Malamnya, Ellen dan Duddy sempat mampir ke rumah mereka, liputannya bisa dilihat disini.

Haris sempat mengirimkan e-mail ucapan terima kasih ke milis Indo-Sing, dan saya menyempatkan diri untuk mengirim e-mail ke beliau untuk menanyakan kabar terakhir beliau sekeluarga.

Alhamdulillah mereka semua sehat wal'afiat. Menurut Haris, short term planning beliau ingin Zidan menyelesaikan K2 (Kindergarten Two, atau TK nol besar) di PPIS dulu (satu sekolah dengan Irza, hanya beda kelas) sampai akhir tahun ini, sambil beliau mengamati perkembangan untuk nanti memutuskan apakah Zidan dan Syifa kembali ke Jakarta atau tetap tinggal di Singapura.

Untuk sementara ini, Ibu Mertua dan Ibu beliau berada di Singapura untuk menemani Zidan dan Syifa.

Update - 14 September 2006, 03:23am SGT / 02:23am WIB:

Liputan dari Mbak Lily, beserta foto-fotonya, sewaktu beliau ikut melayat ke Kallang waktu beliau di Singapura bisa dilihat disini.

Liputan dari Mbak Anne, beserta foto-fotonya, sewaktu beliau mengunjungi Haris, Zidan dan Syifa sewaktu masih di Jakarta minggu lalu bisa dilihat disini.

Wednesday, August 30, 2006

Inong, semoga cepat sembuh...

Baru saja dapat kabar dari Mbak Hany di milis Indo-Sing, Inong saat ini sedang dirawat di rumah sakit NUH (National University Hospital) karena pingsan, dan hingga kabar terakhir yang saya terima, masih belum sadar. Beliau sekitar jam 4:30pm waktu Singapura tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke NUH dengan ambulans. Ada kemungkinan ini karena asthma-nya kambuh lagi.

Inong, semoga cepat sembuh...

Update - 21:30hrs SGT:

Saya baru aja kembali dari NUH (kebetulan hanya 10 menit dari kantor). Inong masih koma, belum sadar. Sekarang sudah berada di Ward 26 ICU lantai 2, tidak lagi di Emergency.

Ketemu beberapa teman disana, diantaranya Iwan, Duddy/Ellen dan Arman. Hanya keluarga dekat yang boleh masuk ke ward. Tidak sempat ketemu Haris (suaminya Inong) karena beliau lagi pulang dulu ke rumah. Saat ini masih dimonitor dalam waktu 24 jam kedepan ini, mudah-mudahan bisa cepat siuman dan lepas dari masa kritis.

Bagi rekan-rekan yang mau jenguk, Ward 26 ICU ini terletak di bagian belakang rumah sakit. Dari pintu utama, belok kanan (melewati Kopitiam) terus belok kiri, terus jalan sampai ujung. Nanti di Lift Lobby 2, naik ke lantai 2.

Inong mengalami kesulitan bernafas sewaktu asma-nya kambuh, katanya hampir 30 menit sulit bernafas hingga kekurangan oksigen. Akhirnya pingsan dan koma karena minimnya oksigen yang masuk ke otak.

Mari kita sama-sama mendoakan semoga Inong cepat sembuh.

Update - 31 August 2006, 00:18hrs SGT:

Hari ini, 31 Agustus 2006, adalah hari ulang tahun Syifa yang ketiga. Tidak bisa dibayangkan betapa sedihnya Syifa, tidak bisa merayakan hari ulang tahun bersama Bunda-nya tercinta. Padahal, Bunda-nya masih sempat membuatkan kue ulang tahun untuk acara ulang tahun Irza Sabtu kemarin.

Selamat ulang tahun Syifa, semoga Bunda cepat sembuh dan bisa ikut merayakan ulang tahun Syifa bersama-sama. Salam juga dari Tante Imel, Inka dan Irza.

Update - 14:50hrs SGT:

Untuk rekan-rekan yang berada di Jakarta, komunitas Blogfam dan beberapa komunitas lainnya akan mengadakan doa bersama untuk kesembuhan Inong. Berikut informasi yang saya dapat dari Mbak Itha di forum Blogfam:

Temen-temen BlogFam,

Kami dan beberapa member dari milis2 lain, akan mengadakan doa bersama untuk INONG, moderator BlogFam yang saat ini sedang berada dalam perawatan dokter.

Silakan yang mau ikut, datang ke :

MESJID PONDOK INDAH, Jakarta Selatan.
Waktu : hari ini tgl 31 Agt 2006, setelah magrib (di awalin dengan sholat magrib bersama).

Yang bisa datang, tolong konfirmasi via sms ke 08888 169267, utk mengetahui jumlah peserta.


Wassalam, -ITHA-
Update - 17:45hrs SGT:

Akhirnya, bisa juga menghubungi istri saya yang sekarang berada di NUH. Update terakhir dari istri saya:

  • Saat ini Inong masih dibantu oleh alat bantu jantung (atau pernafasan? saya kurang ingat). Chance untuk beliau survive, kecil, kurang dari 10%.
  • Pihak rumah sakit *BELUM* menyatakan bahwa Inong sudah meninggal. Sesuai prosedur, selama 72 jam (dihitung sejak kemarin malam) Inong masih akan dibantu oleh alat bantu. Jika setelah 72 jam, tidak ada perkembangan, baru nanti alat bantu-nya dilepas dan dinyatakan meninggal.
Mari kita sama-sama berdoa semoga Allah SWT memberikan mukjizat-Nya untuk Inong.

Update - 22:09hrs SGT/21:09hrs WIB:

Saya dan istri saya baru saja pulang dari NUH. Alhamdulillah saya juga bisa bertemu dengan Haris dan sempat menanyakan status terakhirnya.

Berbeda dengan kabar yang sudah beredar di banyak milis, secara medis, rumah sakit dan dokternya belum menyatakan kalau Inong sudah meninggal dunia. Saat ini, Inong masih dibantu oleh alat bantu pernafasan (life supporting tools), walaupun memang kesempatan beliau untuk survive sangat kecil. Haris bahkan bilang ke saya kalau kemungkinan Inong bisa survive hampir tidak ada.

Walaupun detak jantungnya masih ada, namun menurut hasil CTScan yang dilakukan tadi sore, kerusakan jaringan otaknya sudah terlalu parah. Jadi, kemungkinan beliau untuk survive sangat kecil, kalau tidak bisa dibilang hampir tidak ada. Alat bantu-nya masih akan terus dipasang hingga Sabtu besok (2 hari lagi), dan kondisinya akan terus dimonitor.

Sewaktu saya mengunjungi rumah sakit sore ke malam hari tadi, cukup banyak teman-teman yang datang menjenguk. Kebanyakan adalah teman-teman dari komunitas Indo-Sing, dan teman-teman istri saya dari komunitas IndoSing-Mums. Beberapa teman yang sempat saya temui di rumah sakit tadi diantaranya adalah Iwan dan Hany, Duddy dan Ellen, Indi dan Rani, Mela bersama anak-anaknya yang datang khusus dari Batam, Adhi, Renatha, Yolli, Nisa, Handoko, Arman,
Roni dan Gita, dan lain-lain.

Sekali lagi, informasi bahwa Inong sudah meninggal adalah tidak benar. Mari kita tetap sama-sama berdoa, semoga Allah SWT memberikan mukjizat-Nya untuk Inong bisa siuman dan pulih seperti sedia kala dalam waktu dua hari ini.

Update: 1 September 2006, 00:17hrs SGT/23:17hrs WIB:

Update dari Nadia di forum Blogfam:

Alhamdulilah tadi magrib beberapa teman berkumpul di PI..
walaupun cuma ber-7, ada temen2 dari Milis Dunia Ibu, dari MIlis NCC dan BlogFam...banyak ya komunitasnya bunda kita tersayang yg satu ini.
Sudah berdoa bersama untuk mb Inong...bersama teman-teman Masjid.
hiks..kata ustad nya, berdoa untuk orang lain saat orang itu tidak mengetahuinya adalah doa yg mustajab Neutral
pokoknya insyaAllah jangan berenti berdoa ya temen-temen...

Update: 07:45hrs SGT/06:45hrs WIB:

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun...

Baru saja dapat kabar dari Mbak Hany, bahwa Inong sudah berpulang ke Rahmatullah. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan semoga Haris, Zidan, Syifa dan semua keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan iman.

Update selanjutnya akan diposting disini.

Tuesday, August 29, 2006

Central Fire Station dan Bazaar KBRI Singapura

Central Fire Station

Setiap hari Sabtu, semua fire station (kantor pemadam kebakaran?) di Singapura mengadakan Open House untuk umum, sehingga semua pengunjung bisa datang dan mengunjungi semua fasilitasnya, termasuk mobil pemadam kebakarannya, tentu saja. Jadi, pada hari Sabtu, tanggal 19 Agustus 2006, saya membawa Inka dan Irza ke Central Fire Station di Hill Road, tepat di seberangnya Funan the IT Mall.

Kita janjian untuk ketemuan sama Uncle Eric dan Aunty Natalia, yang juga datang kesana bersama kedua anak mereka, Nigel dan Ernest, serta beberapa kerabat mereka yang jauh-jauh datang dari Hong Kong. Disana, Inka dan Irza mencoba naik mobil pemadam kebakaran (yang gede maupun yang kecil), dan ikut naik tangga yang digunakan petugas pemadam kebakaran untuk menyemprot air ke gedung-gedung yang tinggi.

Setelah puas bermain disana, kita mengunjungi museum Civil Defence Heritage Gallery yang terletak di sebelah kompleks fire station tersebut. Disana, kita bisa melihat sejarah perkembangan tim pemadam kebakaran Singapura (yang sekarang tergabung dalam Singapore Civil Defence Force), dari mulai awal berdiri hingga sekarang, berikut mesin-mesin dan mobil pemadam kebakaran yang digunakan.

Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Raffles City

Malamnya, kita jalan-jalan ke Raffles City. Shopping mall besar ini terletak di tengah-tengah kota Singapura, pas di atas stasiun MRT City Hall. Kita kesana untuk mengunjungi lantai basement shopping center tersebut, yang baru saja selesai direnovasi. Lumayan bagus ambience-nya, ada beberapa restoran dan cafe baru disana, dengan sebuah hall kecil dengan sebuah group band yang menyediakan live music, dan orang yang membuatkan balon untuk anak-anak. Oh iya, toko buku MPH yang tadinya ada di lantai atas juga pindah kesini.

Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Bazaar KBRI Singapura

Keesokan harinya, tanggal 20 Agustus 2006, kita sekeluarga berkunjung ke acara bazaar dan panggung gembira KBRI Singapura di Chatsworth Road. Acara ini diadakan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-61. Kita datang sekitar jam 11 siang, dan kompleks KBRI pada saat itu sudah penuh dengan orang Indonesia, baik para ekspatriat maupun para pembantu rumah tangga yang bekerja di Singapore. Masuk pintu gerbang pun harus antri. Disana terpampang pengumuman bahwa hanya orang Indonesia yang diperbolehkan masuk. Wah, berarti orang Singapura dan orang asing tidak diperbolehkan masuk.

Sesampainya disana, kita langsung mengunjungi kios Kedai Ibu-nya Tante Ellen, yang merupakan "kios mini" dari stall Kedai Ibu di Tanjong Pagar Complex. Kita membeli nasi gudeg dan sate padang untuk makan siang. Kita juga membeli beberapa kue-kue khas Indonesia dari kios yang sama, dan juga membeli teh kotak sosro dari kios Gerizimindo-nya Tante Mevie. Aji mumpung, kapan lagi kita bisa menikmati makanan khas Indonesia disini? :)

Disana, kita juga ketemu dengan keluarga Om Iwan dan Tante Hany, bersama Hanan dan Haifa, yang datang bersama dengan Om Anto. Kita juga ketemu dengan keluarga Om Pambudi dan Tante Dini, lengkap dengan para pasukannya, Ilma, Nadia dan Adrian. Kita juga ketemu dengan Om Judhi yang, seperti biasa, berkeliling dengan senjata utamanya, apalagi kalau bukan kameranya. Di tempat yang terpisah, kita juga ketemu dengan Tante Ami, bersama Aily dan Algo. Terakhir, kita juga ketemu dengan Om Emir Faisal, dan akhirnya kita pun keluar meninggalkan KBRI bersama Om Emir.

Dari KBRI, kita masih jalan-jalan sebentar ke Orchard (Specialist Shopping Centre) sebelum pulang ke rumah. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Suntec City

Malamnya, kita sekeluarga pergi ke Suntec City. Kebetulan istri ada keperluan untuk berbelanja disana, jadi sambil menunggu istri berbelanja, saya membawa Inka dan Irza untuk makan malam di restoran Swensens yang terletak di lantai basement Suntec City, dekat dengan Fountain of Wealth. Disana, Inka makan fish and chips kesukaannya, sedangkan Irza memilih waffle ice cream. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Setelah makan, kita menyempatkan diri untuk mampir ke Fountain of Wealth-nya. Disana, kita mengelilingi bagian tengah air mancur tersebut sebanyak tiga kali sambil menyentuh airnya, katanya bisa memberikan good luck. :) Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Ulang Tahun Irza

Liputan mengenai ulang tahun Irza hari Sabtu (26 Agustus 2006) kemarin, menyusul yah di postingan berikutnya. Untuk sementara, silahkan lihat aja foto-fotonya dulu disini, disini (terima kasih Om Judhi) dan disini (terima kasih Tante Hany). Videonya juga menyusul, baru sempet upload Part 1-nya ke YouTube, Part 2-nya belum. :)

Stay tuned! :) :)

Monday, August 21, 2006

Krucils Berjoget Dangdut

Ternyata bukan cuma mbak PLRT aja yang siap goyang dangdut di acara bazaar dan panggung gembira KBRI Singapura dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia, hari ini. Para krucils juga asyik berjoget. Silahkan lihat tingkah laku Inka dan Irza, Ilma dan Nadia, serta Hanan dan Haifa dalam video berikut ini. :)



Foto-foto, berikut laporan lengkapnya, menyusul yah. :)

Sunday, August 20, 2006

Singapore Science Centre and Sentosa

Hari Rabu, 9 Agustus 2006, adalah hari kemerdekaan Singapura (National Day). Hari libur, tentu saja. :) Kesempatan itu saya manfaatkan untuk membawa Inka dan Irza ke Singapore Science Centre, yang terletak di Jurong East, tidak jauh dari stasiun MRT Jurong East dan tepat di sebelahnya Snow City. Tujuan kita kesana adalah untuk melihat exhibition dinosaurus, yang akan berakhir bulan ini.

Sesampainya disana, ternyata kita ketemu dengan keluarga Tante Shinta dan Tante Hany, yang sedang makan di outlet McDonalds disana. Saya sedang menemani anak-anak bermain di Kinetic Garden ketika samar-samar saya mendengar nama saya dipanggil. Saya lihat, kelihatan seseorang mirip Om Wisnu (suaminya Tante Shinta) yang memanggil saya, tapi saya heran kok dia ditemani dua orang anak nyamperin saya (padahal anaknya Om Wisnu kan cuma satu, Aidan). Jadi pertamanya saya agak ragu-ragu juga untuk membalas sapaan (atau tepatnya "panggilan jarak jauh") tersebut *hahaha*.

Setelah saya lihat lebih dekat, ternyata anak yang satunya lagi adalah Hanan, putrinya Tante Hany dan Om Iwan. Walah, ngga nyangka kalau orang Sengkang dan Braddell pun ternyata kopdarannya bisa jauh-jauh ke Jurong East, hahaha. Inka dan Irza pun menyempatkan diri bermain bersama Aidan dan Hanan di Kinetic Garden itu, walaupun cuma sebentar karena keluarga Tante Shinta sudah bersiap-siap untuk melihat exhibition dinosaurus terus pulang, sementara keluarga Tante Hany juga terus melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Kita kemudian membeli tiket masuk ke Singapore Science Centre. Biaya tiket masuknya adalah $6 (dewasa) dan $3 (anak-anak), tapi karena kita juga ingin mengunjungi exhibition dinosaurusnya, biaya tiketnya menjadi $10 (dewasa) dan $8 (anak-anak). Exhibition tersebut menampilkan beberapa kerangka dinosaurus dengan ukuran aslinya yang sangat besar, ditambah beberapa kerangka/fosil dinosaurus lainnya, dan juga fosil jejak kakinya. Juga ada beberapa permainan puzzle yang berhubungan dengan pengetahuan dinosaurus, dan permainan ini menjadi favorit-nya Inka dan Irza.

Kita menyempatkan diri ke section Energy dari Singapore Science Centre, sebelum akhirnya ke section Water Works, tempat terbuka dimana anak-anak bisa bermain air sekaligus belajar. Saya memang tidak menyiapkan pakaian renang untuk mereka, sehingga pada akhirnya mereka berbasah-basah dengan menggunakan pakaian mereka sendiri. Untung saya membawa pakaian ganti mereka. Foto-foto selama di Singapore Science Centre bisa dilihat disini.

Malamnya, saya (sendiri, tidak bersama istri dan anak-anak) ikut acara karaoke session gathering Indo-Sing di KBOX Cineleisure Orchard, lantai 8, bersama Ichan, Muda Ikhsan, Edy Panyun dan beberapa rekan lainnya. Liputan lebih lengkapnya, termasuk video dan foto-fotonya, bisa dilihat disini.

Hari Sabtu, 12 Agustus 2006, kita pergi mengantar istri ke The Concourse Shopping Mall, di daerah Beach Road, untuk berburu bahan keperluan pesta untuk acara ulang tahun Irza yang akan dilangsungkan minggu depan. Di lantai dua gedung yang bentuknya cukup unik tersebut memang cukup banyak toko-toko yang menspesialisasikan untuk menjual barang-barang keperluan pesta dengan harga yang cukup murah. Sementara istri asyik berbelanja, saya membawa Inka dan Irza ke jembatan yang menghubungkan shopping mall tersebut dengan office towernya, dan foto-foto disana. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Besoknya, hari Minggu tanggal 13 Agustus 2006, di hari sore yang cukup nyaman (tidak panas terik, tapi juga tidak hujan), saya membawa Irza dan sepedanya ke Sentosa, untuk bersepeda dan sedikit berolahraga. Saya membeli Family Islander Card yang memungkinkan seluruh keluarga bisa masuk gratis ke Sentosa untuk setahun. Biasanya, harga islander card ini adalah $50, tapi karena sedang ada promosi Singapore National Day, harganya cuma $41. Lumayan. :)

Irza kemudian bersepeda di sepanjang pantai Palawan, yang baru saja direnovasi. Lumayan, sekarang fasilitas pantai Palawan cukup lengkap, dengan food court, beberapa restoran, dan amfiteater yang menyajikan atraksi binatang setiap jamnya. Kita juga menyeberangi jembatan gantung ke sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama "The Southernmost Point of the Asia Continent", atau titik paling selatan dari benua Asia. Jembatan gantung itu cukup panjang melewati sebuah selat kecil, yang pantainya bisa direnangi di kedua sisinya. Juga ada children playground dimana Irza juga asyik bermain.

Setelah asyik bersepeda, kita kemudian naik beach tram ke pantai Siloso, dan naik Skyride (chairlift) ke atas bukit Imbiah Lookout. Dari sana, kita naik luge (semacam toboggan) turun kembali ke pantai Siloso. Tidak lama disana, kita terus naik tram ke Underwater World, dan dari sana kita naik bis tingkat berwarna hijau (green line), ke Ferry Terminal. Irza senang sekali menikmati pemandangan dari atas bis tingkat dengan atap terbuka itu.

Tujuan kita adalah atraksi Musical Fountain yang akan dimulai pada jam 7:40 sore, tapi ternyata tempat amfiteaternya sudah penuh, padahal waktu itu masih sekitar jam 7 sore. Akhirnya kita kembali ke bus stop di Ferry Terminal, naik bus blue line kembali ke tempat parkir (setelah berganti bus di Merlion), terus pulang ke rumah. Foto-foto selama di Sentosa bisa dilihat disini.

Wednesday, August 16, 2006

Ulang Tahun Mama

Hari Sabtu, 5 Agustus 2006, adalah hari ulang tahun Mama. Tapi berbagai kesibukan menyebabkan kita tidak bisa merayakan ulang tahun pada hari itu. Paginya, saya harus pergi ke kantor pengelola apartemen untuk mengurus key access card masuk kompleks apartemen yang tidak berfungsi. Kebetulan saya membawa Inka dan Irza, dan sepulangnya dari sana, Inka dan Irza minta waktu untuk bermain dulu di children playground yang memang berlokasi dekat kantor pengelola apartemen. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Setelah makan siang, kita bersiap-siap untuk pergi ke acara Sports Day PPIS, sekolahnya Irza. Acara Sports Day ini diadakan untuk menyambut hari kemerdekaan Singapura yang ke-41 bulan ini. Acara ini "meminjam" fasilitas sekolah Bukit View Primary School yang berlokasi di Bukit Batok, mengingat sekolah PPIS tidak mempunyai fasilitas yang memadai untuk acara ini. Acaranya dimulai pada jam... 2 siang! Benar saudara-saudara, acara tersebut dimulai pada jam 2 siang, pada saat matahari sedang terik-teriknya. Heran, kok acara Sports Day kok diadakan siang-siang, bukannya pagi atau sore. Kasihan Irza, benar-benar dipanggang di bawah terik sinar matahari!

Memang sih tersedia dua tenda, satu tenda khusus untuk para murid, dan satu lagi untuk orang tua dan keluarga. Tapi untuk aktivitasnya, tetap saja para murid tersebut harus menggunakan lapangan di tengah, yang tidak terlindung dari sinar matahari. Khusus untuk tenda orang tua, ukuran tenda-nya pun tidak mampu menampung jumlah seluruh orang tua yang datang, sehingga terpaksa ada beberapa orang tua yang memilih menunggu jauh di pinggir lapangan, di bawah naungan pohon yang cukup rindang, tapi jauh dari pusat aktivitas.

Acara dimulai dengan seluruh murid melakukan aerobik. Disini kelihatan "ketidakdisiplinan" para orang tua, mereka langsung mengerubungi lapangan untuk membuat foto. Lah, kita-kita yang duduk "manis" di tempat duduk yang telah disediakan, jadi tidak bisa melihat dong! Terpaksa saya ikut berpanas-panas di lapangan, untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk mengambil foto dan video Irza.

"Ketidakdisiplinan" ini ternyata terus berlanjut ke acara berikutnya, yaitu acara lomba. Beberapa kelas mempunyai acara lomba sendiri-sendiri, dan seru juga menonton para anak-anak tersebut berlomba. Lomba yang diikuti kelasnya Irza adalah lomba lari dengan membawa ember, dan harus memasukkan dan mengeluarkan beberapa barang kecil berbentuk bantal, entah isinya apa, ditambah harus melewati bawah sebuah rintangan. Yah, mirip triathlon lah, tapi dalam skala yang lebih kecil. Dan ternyata, tim-nya Irza, K1E Tazmanian, menjadi juara pertama lomba tersebut. Horeee!!! :)

Kita juga ketemu dengan keluarga Om Haris dan Tante Inong disana, mengingat putra mereka Zidan juga ikut lomba disana. Lomba yang diikuti tim-nya Zidan adalah lomba balap karung. Seru juga, Bunda-nya sampai sport jantung takut putra kesayangannya jatuh pas lagi balapan karung. :) Acara lomba tersebut terus berlanjut, sampai akhirnya ada juga lomba khusus para ibu dan guru (yang memang semuanya wanita), dan lomba khusus para bapak.

Setelah semua lomba selesai, baru diadakan acara pembagian hadiah untuk semua anak-anak yang ikut berlomba, dan ramai-ramai menyanyikan lagu "We are Singapore", untuk menyambut hari kemerdekaan Singapura. Baru kemudian acara selesai, dan kita pun meninggalkan lokasi acara sekitar jam 5 sore. Udah terlalu cape untuk jalan-jalan dan merayakan ulang tahun. Foto-foto di acara tersebut bisa dilihat disini.

Besoknya, kita pergi ke Parco Bugis Junction. Tujuannya, membeli kue ulang tahun untuk Mama, sekaligus makan siang. Kita lagi kepengen makan siang di Seoul Garden, restoran buffet Korea yang all you can eat, jadi sengaja kita agak mengosongkan perut dulu sebelum pergi kesana. ;) Ternyata sesampainya disana, restorannya ternyata ditutup untuk umum, reserved untuk sebuah private event. Walah, mana kita lagi lapar-laparnya, dan memang lagi pengen makan Seoul Garden, ngga mau makan yang lain.

Kita akhirnya "kabur" ke Ngee Ann City, dan langsung menuju lantai lima untuk makan siang di restoran Seoul Garden yang ada disana. Salah satu restoran favorit keluarga, sistem-nya all you can eat dengan daging sapi dan ayam barbeque dengan bumbu ala Korea (bulgogi) yang kita masak sendiri, di panggangan di atas meja. Panggangan itu juga dilengkapi dengan steamboat untuk kita merebus sosis, udang, dan banyak macam sayuran yang disediakan. Tips bagi yang membawa anak, datanglah pada hari Minggu, karena pada hari Minggu anak-anak bisa makan gratis, dengan catatan, maksimum satu anak per satu orang dewasa. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Setelah selesai makan, kita terus langsung berburu mainan di hari terakhirnya 10th Craziest Toys Sale, di lantai basement Takashimaya. Kebetulan memang sale mainan yang gila-gilaan itu berakhir hari itu. Sebelum pulang, kita juga sempat membeli kue ulang tahun untuk Mama di kios Bengawan Solo, di lantai yang sama. Irza, yang kecapekan, tertidur pas perjalanan pulang dan tidurnya terus berlanjut hingga menjelang malam. Sehingga akhirnya perayaan ulang tahun Mama pun tidak bisa diadakan pada hari itu.

Akhirnya, acara perayaan ulang tahun Mama baru bisa diadakan besok malamnya, hari Senin, 7 Agustus 2006, sepulangnya saya dari kantor. Seperti biasa, kita menyiapkan kue ulang tahun dengan lilin-lilin yang dinyalakan. Semuanya menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk Mama, yang kemudian disusul oleh acara tiup lilin bersama. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Selamat ulang tahun, Mama. :)

[English version]