Showing posts with label singapura. Show all posts
Showing posts with label singapura. Show all posts

Sunday, September 04, 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H

Wuih, sudah lama juga saya tidak meng-update blog-blog saya. :)

Mumpung masih suasana Lebaran, saya mau memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H untuk seluruh umat Islam yang merayakan. Taqabalallahu mina waminkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin. :)

Tahun ini, saya merayakan Hari Raya Idul Fitri di Singapura. Pengennya sih mudik ke Jakarta, apalagi acara silaturahim dan halal-bihalal keluarga besar untuk Lebaran tahun ini kebetulan dipusatkan di rumah orang tua di Cinere. Sayangnya, Inka ada ujian di sekolahnya tepat di hari kedua Lebaran, Rabu 31 Agustus 2011. Tidak mungkin dong memboloskan Inka dari sekolahnya kalau pas ujian, apalagi dia akan segera menghadapi ujian PSLE untuk kelulusan primary school di Singapura.

Untuk pertama kalinya, di Lebaran tahun ini, saya dan keluarga merayakan Hari Raya Idul Fitri di hari yang berbeda dengan keluarga besar di Indonesia. Pemerintah Singapura melalui MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura, MUI-nya Singapura) yang menggunakan sistem perhitungan hisab wujudul hilal untuk menentukan 1 Syawal, sudah lama menentukan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011. Sementara pemerintah Indonesia, melalui Menteri Agama, yang menggunakan sistem rukyatul hilal (melihat bulan), memutuskan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011.

Dari dulu, saya dan keluarga besar memang selalu mengikuti keputusan pemerintah (setempat) untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Walhasil, saya dan keluarga di Singapura merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari Selasa, bersamaan dengan umat Muslim lainnya di Singapura, sementara keluarga besar saya di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari Rabu. Terasa janggal, setelah shalat Ied, saya dan keluarga di Singapura masih belum bisa menelepon orang tua dan keluarga besar di Indonesia karena mereka belum merayakan Hari Raya. Kami baru bisa menelepon mereka keesokan harinya, pas saya sudah masuk kantor, dan anak-anak sudah masuk sekolah (dan Inka sedang ujian).

Alhamdulillah, kebersamaan warga Indonesia di Singapura membuat kami tidak terlalu merasa “kesepian” dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri di Singapura. Di hari Lebaran tahun ini, setelah melaksanakan shalat Ied di Masjid Ar-Raudhah yang berlokasi tepat di samping kompleks apartemen, saya dan keluarga kemudian menghadiri acara halal-bihalal warga Indonesia di daerah Bukit Batok dan sekitarnya, yang dipusatkan di Parkview Apartments, Bukit Batok. Selain itu, kami juga menghadiri acara open-house Hari Raya seorang teman di The Trevose, Dunearn. Sebenarnya ada satu acara halal-bihalal lagi di Woodlands yang kami rencanakan untuk dikunjungi, namun ternyata waktu tidak memungkinkan kami untuk menghadiri acara di Woodlands. Seperti yang pernah saya tulis waktu pertama kali saya dan keluarga merayakan Hari Raya Idul Fitri di Singapura lima tahun yang lalu (wuih udah lama ya), Lebaran di Singapura ternyata tidak separah yang diperkirakan. :)

Foto-foto selama Hari Raya di Bukit Batok bisa dilihat disini, sementara yang di The Trevose bisa dilihat disini.

Wednesday, February 11, 2009

Reuni Alumni UI (dan Gunadarma) Singapura: Bersepeda di Pulau Ubin

Setelah tahun lalu sukses mengadakan acara reuni keluarga alumni Universitas Indonesia di Singapura, tim yang sama yang dimotori oleh mbak Hany dkk akan mengadakan acara gathering serupa tahun ini, dan tidak tanggung-tanggung, tema acara gathering untuk tahun ini adalah “Gowes Gembira”, bersepeda bersama-sama di Pulau Ubin.

Undangannya saya terima di sebuah catatan (note) di Facebook dan dikonfirmasi dengan posting mbak Hany di situs Multiply beliau. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya mengikutkan rekan-rekan (beserta keluarga) lulusan kampus kuning, kali ini undangannya di-extend juga untuk rekan-rekan (dan keluarga) lulusan kampus ungu.

Acara ini rencananya akan diadakan pada hari Minggu, 15 Maret 2009. Tadinya acaranya mau diadakan pada tanggal 8 Maret 2009, tapi dipindahkan ke 15 Maret 2009 biar barengan dengan dimulainya liburan sekolah tengah semester di Singapura.

Rencananya mau pada kumpul di Changi Village untuk beli bekal nasi lemak Hjh. Salbiah yang terkenal itu, lalu naik bumboat dari Changi jetty ke Pulau Ubin. Biaya naik bumboat adalah S$2.50 per orang (harga dewasa dan anak sama) dan S$2.50 per sepeda. Bisa bawa sepeda sendiri, atau nyewa sepeda di Pulau Ubin.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat disini. Berminat ikutan? :)

Friday, July 18, 2008

False Alarm

2000 - Iko Hera family Hari Sabtu dua minggu yang lalu, 5 Juli 2008, keluarga Iko dan Hera, tetangga dekat waktu kita masih tinggal di apartemen yang dulu, datang mengunjungi apartemen tempat kita tinggal sekarang. Wah, Inka dan Irza senang banget dengan kedatangan mereka, apalagi mereka bisa bermain dengan Abhy dan Aya.

Hanya saja, ada sedikit "kejadian" pas kedatangan mereka. Entah kenapa, pagi itu, fire alarm gedung apartemen bunyi. Berbeda dengan testing alarm biasa yang dilakukan setiap bulan, alarm tersebut bunyi terus-terusan, tidak berhenti. Kami yang berada di dalam rumah lalu keluar dan menekan tombol lift untuk mengecek. Ternyata lift mati, jadi confirmed itu bukan testing. Segera saya mengambil kunci rumah/mobil dan paspor, lalu kami sekeluarga turun ke bawah melalui tangga, sesuai prosedur jika ada kebakaran.

Pas lagi menuruni tangga, eh ternyata ketemu sama Iko, Hera, Abhy dan Aya di lantai 4. Mereka lagi menaiki tangga dari lantai 1 (dasar) keatas. :) Dari mereka juga kita akhirnya tahu kalau bunyi tanda kebakaran tersebut ternyata adalah sebuah false alarm, yang disebabkan oleh seorang petugas mover yang tidak sengaja men-trigger alarm kebakaran.

Akhirnya kita kembali sama-sama ke atas. Naik tangga juga, mengingat lift yang masih tetap mati. Wah, kembali dari lantai 4 ke lantai 9 menggunakan tangga, ternyata lumayan bikin capek. :) Saya ngga bisa ngebayangin "perjuangan" Iko-Hera sekeluarga yang harus naik tangga delapan lantai dari lantai 1 (dasar) ke lantai 9... :) :)

Beberapa saat setelah kita sampai ke apartemen kami di lantai 9, lift pun beroperasi kembali dengan normal. :)

Monday, July 14, 2008

Munajah Cinta dan The Changcuters

Apa hubungan antara sinetron "Munajah Cinta" dan grup musik "The Changcuters"?

Tidak ada. :)

Hanya saja, ini adalah fakta menarik setelah saya dan keluarga pindah ke apartemen baru, sejak bulan Maret yang lalu:

  1. Istri dan Inka menjadi penggemar sinetron Munajah Cinta.
  2. Saya dan Irza menjadi penggemar lagu-lagu The Changcuters seperti I Love You Bibeh dan Racun Dunia.

Alasannya cukup sederhana. Di apartemen baru kami ini, alhamdulillah, televisi kami bisa menangkap siaran RCTI dan SCTV dengan menggunakan antena dalam. Sewaktu kami masih tinggal di apartemen lama, yang sebenarnya lokasinya tidak jauh dari apartemen baru ini, kami sama sekali tidak bisa menangkap siaran RCTI dan SCTV, kalaupun bisa, gambarnya tidak jelas dan banyak "semut"-nya.

Sebenarnya secara lokasi, apartemen baru yang berlokasi di Bukit Batok ini terletak lebih barat laut dibandingkan apartemen lama yang berlokasi di Bukit Timah. Jadi, secara geografis, lokasinya lebih jauh dari antena pemancar RCTI dan SCTV yang terletak di Batam.

Namun demikian, untungnya, apartemen baru ini berada di lantai yang cukup tinggi dan memberikan unblock view ke arah selatan, memudahkan gelombang siaran TV dari Batam sampai ke antena dalam yang berlokasi di dalam kamar. Hal ini berbeda dengan apartemen lama yang berlokasi di daerah yang densitas blok apartemen-nya cukup padat.

Saturday, February 23, 2008

Liburan Imlek di Singapura

Mengikuti itinerary yang sudah disusun sebelumnya untuk menghabiskan liburan Imlek (Chinese New Year) di Singapura, berikut adalah laporan singkat hasil "liburan lokal" kita di Singapura. :)

Clarke Quay dan Chinatown

Hari Rabu, 6 Februari 2008, sehari sebelum Imlek, kantor kebetulan diliburkan setengah hari. Jadi siangnya, setelah menjemput anak-anak di Clementi (kebetulan istri mengikuti acara pengajian disana), kita pergi ke daerah Pecinan (Chinatown), untuk melihat hiruk pikuk pasar jalanan di sekitar Pagoda Street dan Temple Street.

Mengingat jalanan di daerah Chinatown ditutup sore harinya, saya memilih untuk memarkirkan mobil di tempat parkir The Central, daerah Clarke Quay, dan dari sana kita naik kereta api bawah tanah (MRT) North-East Line ke Chinatown. Inka dan Irza membeli beberapa souvenir khas Imlek disana. Artikel saya (dalam bahasa Inggris) bisa dilihat disini, sementara foto-fotonya bisa dilihat disini.

Sentosa Flowers 2008

Hari Kamis, 7 Februari 2008, tepat di hari tahun baru Imlek, di pagi harinya kita pergi ke Sentosa untuk mengunjungi event Sentosa Flowers 2008. Menurut saya, event ini kalah bagus dibandingkan acara yang sama setahun yang lalu. Artikel saya (dalam bahasa Inggris) mengenai kunjungan kita ke Sentosa Flowers 2008 bisa dilihat disini, sedangkan foto-fotonya bisa dilihat di situs Multiply istri saya disini.

Makan Siang Reuni di Tampines

Masih di hari yang sama, siangnya kita memenuhi undangan Aa Duddy dan Teh Ellen untuk menghadiri acara "makan siang reuni" di tempat kediaman mereka di Tampines. Acara makan siang ini sekaligus untuk syukuran untuk Iffah yang baru saja sembuh dari sakit panas yang mengharuskan dia dirawat di rumah sakit.

Tuan rumah menyajikan makanan khas Minang yang alhamdulillah nikmat sekali. Inka dan Irza juga senang bermain dengan teman-temannya. Selain tuan rumah Iffah, beberapa teman Inka dan Irza yang juga hadir di acara tersebut diantaranya adalah Rifa, Hanan and Haifa, Annisa and Nadia, Fresha, Aidan, Kinara, Izan and Ika. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Istana Open House

Hari Jum'at, 8 Februari 2008, kita pergi ke acara Istana Open House, yang dibuka pada hari tersebut dalam rangka Chinese New Year di Singapura. Selain lapangan rumput yang hijau dan luas untuk anak-anak bermain, dan sebuah air mancur yang terletak di depan istana, sebenarnya tidak ada lagi yang bisa dilihat disana. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Singapore River Hongbao Festival 2008

Dari Istana, kita melanjutkan perjalanan ke Esplanade Park, untuk mengunjungi acara festival Singapore River Hongbao 2008. Suasana disana sangat ramai dan crowded, walaupun demikian, Inka dan Irza sempat bermain di tempat permainan Uncle Ringo, walaupun mereka cuma naik dua kali permainan saja, saking mahalnya. Kita juga sempat menonton pertunjukan kembang api sebelum pulang ke rumah. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Wednesday, February 06, 2008

Menikmati Liburan CNY di Singapura

Mengingat saya tidak mudik dan/atau bepergian keluar Singapura selama liburan CNY ini, saya lagi sibuk nyiapin "local Singapore itinerary" untuk keluarga biar tidak bosen ngendon di rumah selama akhir minggu yang panjang ini. Toko-toko di mall pada tutup kan, jadi jalan-jalan ke mol is not an option.

Ini yang sudah saya rencanakan:

- Siang ini (6/2), sambil nunggu istri yang mengikuti acara pengajian ibu-ibu di Clementi, saya mau ngajak anak-anak ke Festive Street Stalls di Chinatown, yah sekedar pengen ngeliat hiruk pikuk dan suasananya saja, walaupun mungkin tidak bisa jajan disana mengingat disana jarang bisa ditemui makanan yang halal.

- Malam ini (6/2), mau ngajak istri dan anak-anak ke acara Singapore River Hongbao Festival di Esplanade Park. Ada pameran budaya Cina, tempat main anak-anak (Uncle Ringo amusement park) dan display kembang api nanti pas jam 12 malam (pergantian Tahun Baru Cina).

- Besok (7/2), mau ngajak istri dan anak-anak ke Sentosa, tepatnya ke acara Sentosa Flowers 2008 di Imbiah Lookout. Tahun lalu, saya bersama anak-anak juga pernah ke acara yang sama.

- Lusa (8/2), kemungkinan besar mau ke acara Open House di Istana. Yang ini masih belum pasti, nunggu konfirmasi dari istri. Hari-nya itu lho, pas Jum'at, not convenient.

Ada usulan mau kemana lagi ya? :) Acara jalan-jalan ke pulau Ubin dengan rekan-rekan komunitas Indo-Sing tidak jadi. Kemana lagi ya? Ada usulan? :) :)

Friday, January 11, 2008

Banquet Halal Food Court di Causeway Point

Banquet adalah tempat makan (food court) favorit keluarga kami di Singapura. Tempatnya nyaman dan ber-AC, dan harganya juga terjangkau, tidak berbeda jauh dibandingkan harga makanan di hawker centre dan jauh lebih murah dibandingkan harga makanan di restoran atau kafe. Selain itu, saya juga mempunyai kartu diskon Banquet yang bisa memberikan 10% diskon di seluruh outlet Banquet di Singapura. Kartu diskon ini saya dapatkan secara gratis waktu itu. Sayang sekarang Banquet tidak lagi mengeluarkan kartu diskon ini untuk pelanggan baru.

Yang paling penting, semua kedai (stall) di Banquet mendapatkan sertifikasi halal dari MUIS, sehingga kita dan rekan-rekan Muslim lainnya bisa bebas mencoba semua jenis makanan yang disediakan disana, baik makanan Western, Chinese, Japanese dan banyak pilihan makanan lainnya. Hal ini berbeda dengan food court biasa seperti Kopitiam yang biasanya hanya menyediakan makanan halal di kedai Nasi Padang-nya saja.

Ada banyak cabang Banquet di Singapura, dan beberapa cabang Banquet yang biasa kita kunjungi adalah di Jurong Point (food court halal pertama di Singapura), IMM (Bagus) dan VivoCity. Nah, ada satu lagi cabang Banquet yang baru kita "temukan", walaupun cabang Banquet tersebut sebenarnya sudah buka sejak tahun lalu. Cabang Banquet yang "baru" ini terletak di Causeway Point, salah satu shopping mall terbesar di utara Singapura. Causeway Point terletak di daerah Woodlands, tepat di sebelah stasiun MRT Woodlands.

Lokasi Woodlands yang tidak jauh dari causeway ke Johor Bahru membuat shopping mall ini tidak hanya dikunjungi oleh warga Singapura yang tinggal di bagian utara, tapi juga oleh warga Malaysia, tepatnya Johor Bahru yang memang berlokasi tidak jauh dari sana. Dari tempat kediaman kami di Singapura, perjalanan ke shopping mall ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, melewati Bukit Timah Expressway (BKE).

Di Causeway Point, food court Banquet ini lokasinya cukup terpencil, berada di lantai 7, lantai paling atas, satu lantai dengan pintu masuk dan box office ke bioskop Cathay. Area food court-nya cukup luas, meja dan tempat duduk-nya pun cukup banyak tersedia walaupun tentu saja kadang suka penuh kalau pas jam sibuk. Pilihan makanannya bervariasi mengingat jumlah stall yang cukup banyak, ada chicken rice, makanan Western, makanan Jepang, handmade noodle dan banyak stall lainnya.

Foto-fotonya (tidak banyak) bisa dilihat disini.

Wednesday, November 28, 2007

Acara Ulang Tahun Marsya dan Syukuran Khitanan Amjad

Akhir minggu kemarin adalah weekend yang lumayan sibuk untuk kita sekeluarga. Hari Sabtu (24/11) siang, kita pergi ke rumah Emil dan Nonong yang baru di Sengkang untuk menghadiri acara pesta ulang tahun putri pertama mereka, Marsya, yang ketujuh. Nonong adalah teman kuliah saya dan istri di Universitas Gunadarma.

Tema dari kue ulang tahunnya adalah the Powerpuff Girls, dan makanan yang disediakan disana diantaranya adalah nasi kuning (ini favorit-nya Inka), ayam goreng, mee goreng, mie bakso, dan tidak lupa dessert sekaligus signature dish-nya Nonong, rujak aceh. Inka dan Irza juga bermain bersama banyak teman-temannya disana. Foto-fotonya bisa dilihat disini. Update on 25 December 2007, 10:10pm SGT: Foto-foto lainnya juga bisa dilihat disini, thanks to om Judhi.

Selesai acara di Sengkang, kita pun pergi ke Suntec City untuk mengantarkan anak-anak les piano di School of Music Clef. Setelah membeli nasi padang bungkus di food court Suntec City lantai basement, kita pun meneruskan perjalanan ke Sentosa. Tujuan kita kesana adalah untuk berpiknik ria di pantai Palawan sambil makan malam nasi bungkus yang sudah kita beli sebelumnya. Inka dan Irza juga asyik bermain-main di pantai. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Hari Minggu (25/11) besoknya, kita sekeluarga pergi ke rumah Lia dan Jalil di Tiong Bahru, untuk menghadiri acara syukuran khitanan Amjad. Disana juga Inka dan Irza asyik bermain-main dengan teman-temannya, tidak hanya teman Indonesia tapi juga teman-teman Singaporean yang ada disana. Kurang begitu tahu mereka itu siapa, mungkin sepupu-sepupunya Amjad dan Sheerin. Tuan rumah juga menyediakan makanan khas ala India seperti nasi briyani dan gulai kambing. Foto-fotonya bisa dilihat disini.

Dari Tiong Bahru, kita meneruskan perjalanan ke Novena Square. Tujuan kita kesana adalah untuk mengunjungi Square 2, shopping mall baru yang terletak pas di sebelah Novena Square. Disana ada tempat bermain anak-anak Timezone walaupun tempatnya terpencil banget, ada supermarket NTUC Fairprice di lantai atas, dan ada cabang baru Ayam Penyet Ria di lantai basement, sebelah-sebelahan dengan Harvey Norman. Istri juga membeli kue dari The Royals, yang juga ada cabangnya disana. Dari sana, kita mampir sebentar ke Toa Payoh untuk mengambil pesanan pisang molen sebelum pulang ke rumah.

Benar-benar akhir minggu yang sibuk. :)

Thursday, August 23, 2007

Singapore Fireworks Celebration 2007

Pada hari Sabtu malam (18/8) kemarin, setelah nganterin Inka dan Irza les piano di School of Music Clef di Suntec City, dilanjutkan makan malam di Bistro Delifrance di lantai basement shopping mall yang sama, kita pergi ke daerah Marina Bay untuk menonton pertunjukan kembang api dalam rangka Singapore Fireworks Celebration 2007. Tujuan kita adalah Marina Boulevard, jalan baru yang dibangun di sebelah gedung NTUC One Marina Boulevard menuju ke daerah pembangunan integrated resort yang baru. Dari sana view ke arah teluk Marina jauh lebih bagus karena tidak terhalang banyak gedung seperti halnya di daerah Esplanade atau Merlion Park.

Ternyata oh ternyata, baru keluar parkiran Suntec City udah langsung terjebak macet. Butuh waktu 20-30 menit merayap di Raffles Avenue dari depan tempat pembangunan kincir Singapore Flyer sampai perempatan dekat Esplanade. Kita baru bisa masuk Marina Boulevard hanya sekitar setengah jam sebelum pertunjukan kembang api dimulai. Dan disana, tidak ada tempat parkir sama sekali. Jalanan juga macet total, jadi kita berpikir, ya sudah lah kita nonton dari mobil saja. Eh, ternyata kemudian banyak petugas traffic police yang mengatur lalu lintas dan menyuruh kita segera bergerak agar lalu lintas kembali lancar. Akhirnya terpaksa main "kucing-kucingan" dengan petugas, hahaha. Kalo pas petugas ngga ada, kita berhentiin mobil, lha wong mobil di depan kita juga berhenti kok, gimana kita bisa jalan. :) Kalau pas ada petugas yang ngatur lalu lintas dan nyuruh kita jalan, ya kita jalan walaupun diusahakan sepelan mungkin.

Sebenarnya, pas jam 9pm waktu pertunjukan kembang api seharusnya dimulai, lokasi mobil kita itu pas banget di tengah-tengah Marina Boulevard, lokasi yang paling bagus dan strategis untuk nonton. Eh, ternyata mulainya terlambat 20 menit, dan pada saat kembang api-nya mulai dinyalakan pas jam 9:20pm, mobil kita udah terlalu ke arah timur, dan pandangan ke arah teluk terhalang seng pembatas area pembangunan integrated resort. Mumpung tidak ada petugas, saya bersama Inka dan Irza langsung turun dari mobil, sementara istri tetap stay di mobil sambil foto-foto.

Seru juga. Pertunjukan kembang apinya juga lumayan lama, malah seingat saya lebih lama dibandingkan pertunjukan kembang api waktu acara NDP preview kemarin. Foto-fotonya bisa dilihat di blog Multiply istri saya disini.

Saturday, July 14, 2007

Ulang Tahun Fazil dan Tante Gita

Hari Sabtu (7 Juli 2007) yang lalu, kita sekeluarga pergi ke Changi airport untuk mengantar Nenek (mertua saya) yang pulang ke Jakarta, setelah tinggal selama kurang dari sebulan di Singapura untuk menemani Irza yang dikhitan disini. Beliau menggunakan pesawat Lufthansa yang berangkat dari Terminal 2 bandara Changi, dan sekarang sudah berada di Jakarta. Foto-foto selama di bandara Changi bisa dilihat disini.

Dari bandara Changi, kita meneruskan perjalanan ke Pasir Ris Park, yang terletak di Pasir Ris, timur laut Singapura, untuk menghadiri acara gathering keluarga IndoSing-Mums (ISM), sekalian untuk merayakan ulang tahun Fazil dan Tante Gita. Fazil adalah putra dari Om Emil dan Tante Nonong, sedangkan Tante Gita adalah Mama-nya Fathir.

Total ada tiga kue ulang tahun yang disiapkan, dua untuk Fazil dan satu untuk Tante Gita. Tentu saja, ada acara tiup lilinnya juga, untuk Fazil dan juga untuk Fathir (mewakili Mama-nya). Tante Gita sempet grogi ketika mencoba menyalakan api lilin di kue ulang tahun Fazil yang di tengah, dan ternyata tidak mau nyala. Akhirnya, satu lilin dari kue Tante Gita dipindahkan ke kue-nya Fazil. :)

Banyak sekali makanan yang disiapkan oleh para ibu-ibu ISM untuk acara ini. Ada mie ayam, mie bakso dan segala jenis makanan khas Indonesia lainnya, termasuk sate Braddell-nya Tante Hany dan rujak aceh-nya Tante Nonong. Makanan yang berlimpah memberikan kesempatan kepada para ibu-ibu untuk melakukan "ritual" penjarahan dan membawa pulang makanan yang tersisa. :)

Anak-anak senang sekali bermain di playground disana. Tempat bermainnya besar, dan banyak sekali jenis permainan yang tersedia, mulai dari ayunan, piring berputar dan lain-lain. Juga ada lapangan yang bisa digunakan untuk bermain bola, tidak hanya untuk anak-anak, tapi untuk para Bapak juga. :) Padahal bola yang digunakan hanyalah bola kecil karet punya Irza. :)

Foto-fotonya bisa dilihat disini, dan juga disini, disini, disini dan disini.

Friday, March 23, 2007

Warung Nasir dan Kedai Ibu

Dalam dua hari terakhir ini, saya berkesempatan menikmati makan siang di dua tempat makan makanan Indonesia di Singapura: Warung Nasir dan Kedai Ibu.

Warung Nasir

Warung Nasir ini terletak di salah satu ruko (shophouse) yang berjejer di Killiney Road, seberang gedung Comcentre SingTel, tidak jauh dari stasiun MRT Somerset. Kalau dari stasiun MRT Somerset, jalan ke arah perempatan Exeter Road dan Killiney Road. Nyeberang Killiney Road ke arah timur, lalu belok kanan, nyusur Killiney Road ke arah selatan. Di sebelah kiri ada deretan ruko-ruko (shophouses), diantaranya ada kios Starhub, tempat jualan ban mobil, dan kios Killiney Kopitiam yang terkenal itu. Nah, Warung Nasir ini pas di sebelahnya Killiney Kopitiam.

Sistemnya kayak nasi padang Melayu, kita dikasih nasi lalu bisa milih lauknya. Bedanya, rasanya lebih meng-Indonesia, berbeda dengan kios-kios nasi padang Melayu yang banyak terdapat di food court disini. Saya memilih rendang ayam yang ternyata enak banget, paru (yang juga enak) dan sayur. Porsi nasi yang disediakan kecil, walaupun kita bisa minta nasi tambah pas order (mirip restoran padang di Indonesia).

Sayangnya, harganya cukup mahal untuk ukuran nasi padang. Saya dan istri memesan dua porsi makanan plus dua minuman untuk berdua, habis sekitar 15 dollar (Singapura), atau sekitar 7.5 dollar per orang termasuk minum.

(Picture taken from http://food.recentrunes.com/)

Kedai Ibu

Kemarin siang, saya janjian dengan beberapa teman komunitas Indo-Sing seperti Audi Pramananda, Roni Subrata, Ricky Korompis dan Edy Panyun untuk makan siang bareng di Kedai Ibu. Kedai masakan Indonesia asli ini dimiliki oleh Teh Ellen, dan berlokasi di Tanjong Pagar Complex, Keppel Road.

Berbeda dengan Warung Nasir yang berada di daerah Orchard, Kedai Ibu ini terletak di selatan CBD, jadi bagi turis Indonesia yang kebanyakan menginap di hotel-hotel di daerah Orchard, agak sulit untuk datang kesini. Kedai ini memang lebih dikhususkan untuk orang-orang yang bekerja di sekitar situ. Buka-nya pun hanya hari kerja Senin sampai Jum'at, sementara Sabtu dan Minggu tutup.

Kalau Warung Nasir itu adalah warung padang Melayu yang meng-Indonesia, Kedai Ibu benar-benar menyediakan masakan asli Indonesia. Memang ada sedikit touching rasa Melayu untuk mengakomodir pelanggannya yang kebanyakan orang Singapura Melayu, tapi rasa Indonesianya lebih terasa. Saya memesan ayam panggang bumbu rujak yang benar-benar nikmat sekali, goreng paru yang juga enak, dan sambal goreng yang enak. Potongan ayam panggangnya gede banget, lebih gede dari potongan ayam panggang yang biasa kita dapatkan di kedai Indonesian BBQ di food court lain.

Harganya? Murah banget. Saya tadi pesan nasi putih sama ayam panggang (potongan besar), paru dan sambal goreng, cuma $3.50. Bisa dibandingkan (bahkan lebih murah) dibandingkan porsi nasi padang Melayu di banyak hawker centre atau food court lainnya. Cuma separo-nya harga di Warung Nasir, dengan rasa yang sama enaknya.

Secara umum, saya merekomendasikan kedua tempat makan tersebut bagi orang Indonesia yang mungkin lagi jalan-jalan ke Singapura, dan kurang cocok dengan masakan Melayu disini dan ingin menikmati makanan Indonesia asli. Selain kedua tempat makan tersebut, tentu saja masih banyak tempat makan lainnya di Singapura yang menyediakan makanan khas Indonesia, seperti Kantin Aneka, Ayam Bakar Ojolali, Ayam Penyet Ria, Es Teler 77 dan lain-lain. List-nya bisa dilihat disini.

Monday, February 19, 2007

Jalan-jalan ke Singapore Zoo

Pada hari Sabtu, 17 Februari 2006 kemarin, saya membawa Inka dan Irza ke Singapore Zoo, kebun binatang Singapura yang "katanya" paling bagus se-Asia Tenggara. Kita janjian dengan Tante Shinta, Om Wisnu dan Aidan untuk ketemu disana. Sebenarnya Tante Shinta juga janjian untuk ketemu dengan Om Yuwono dan Tante Lenny disana, namun mereka tidak bisa dihubungi karena baterai handphone mereka habis. Jadinya baru ketemuannya setelah keluar dari areal kebun binatang. :)

Kebun binatang ini terletak di daerah Mandai Road, di daerah "hutan" di sebelah utara pulau Singapura, pas di sebelah Upper Seletar Reservoir, danau yang juga berfungsi sebagai catchment area, sehingga daerahnya sangat rimbun dan hijau. Dari arah pusat kota Singapura, Anda bisa naik MRT ke Ang Mo Kio, dari sana disambung bus 138. Kalau dari arah barat Singapura (Jurong dan sekitarnya), Anda bisa naik MRT ke Choa Chu Kang, disambung bus 927. Kalau naik taksi, perjalanan dari pusat kota ke Singapore Zoo akan membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Lokasinya bersebelahan dengan Night Safari yang buka malam harinya.

Kebun binatang ini menganut sistem open concept. Binatang-binatang yang ada dalam kebun binatang tersebut tidak dikurung dalam kandang, tapi dibiarkan di alam terbuka. Untuk binatang-binatang yang buas seperti singa, beruang dan lain-lain, ada jurang pemisah untuk mencegah binatang-binatang tersebut menerkam pengunjung.

Biaya tiket masuknya $15 untuk dewasa, dan $7.50 untuk anak-anak. Tiket untuk naik tram yang mengelilingi areal kebun binatang adalah $5 untuk dewasa, dan $2.50 untuk anak. Ada empat tempat perhentian tram, stasiun nomor satu sampai nomor empat. Disarankan untuk menggunakan tram untuk keliling mengingat kompleks kebun binatang yang sangat besar, tetapi jalan kaki tetap diperlukan untuk melakukan eksplorasi ke tempat-tempat show binatang yang tidak terjangkau oleh tram.

Di dekat stasiun tram nomor dua, ada tempat bermain anak-anak yang cukup luas, yang dinamakan Children Play Land. Kompleks playground tersebut terbagi dalam dua bagian: bagian kering dan basah. Supaya anak-anak bisa bermain di kolam air yang basah, disarankan untuk membawa pakaian renang, atau bawa baju ganti. Disana juga terdapat restoran KFC dimana kita bisa makan siang setelah capek keliling kebun binatang. Di dekat restoran tersebut, juga terdapat kolam mandi bola dimana anak-anak bisa mandi bola, gratis.

Di dekat stasiun tram nomor tiga, ada beberapa atraksi animal ride yang pasti anak-anak akan suka: naik kuda poni dan naik gajah. Tiket untuk naik kuda poni adalah $4 per anak untuk satu putaran, sedangkan tiket untuk naik gajah adalah $8 untuk dewasa, dan $4 untuk anak. Atraksi tersebut beroperasi hanya pada jam-jam tertentu: pony ride beroperasi pada jam 11am-12pm dan 2:30pm-3:30pm, sedangkan elephant ride beroperasi pada jam 1pm-2pm dan 4:30pm-5:30pm. Kemarin Inka dan Irza sempat naik kuda poni-nya, tapi tidak sempat naik gajah-nya.

Selain itu, tentu saja kita bisa mengunjungi semua exhibit binatangnya. Setiap exhibit binatang punya jadwal pemberian makan sendiri-sendiri, dimana kita bisa ikut membantu memberi makannya. Sehingga kalau bisa, diusahakan kita bisa mengunjungi setiap exhibit binatang pas jadwal pemberian makanan, yang bisa diatur pas kita sedang merencanakan itinerary.

Mengingat kebun binatang tersebut cukup besar, cukup banyak exhibit binatang yang bisa kita kunjungi. Disarankan untuk menyiapkan waktu satu hari penuh untuk sepenuhnya mengeksplorasi kebun binatang tersebut. Kemarin kita datang sekitar jam 10 pagi, dan baru keluar kebun binatang sekitar jam 5:30 sore. Anak-anak benar-benar enjoy berada disana, really having a great time.

Foto-fotonya bisa dilihat disini.